Tampilkan postingan dengan label pencerahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pencerahan. Tampilkan semua postingan

4 Desember 2014

Dengarkanlah Sayang

Wahai orang yang meyakini bahwa hari perpisahan itu pasti datang, buatlah rencana dari sekarang untuk menyambutnya, dengarkanlah ucapanku ini dari sudut pandang orang yang benar-benar paham apa yang akan terjadi, sebelum hakim marah dan hakim pada hari itu adalah tuhan Allah.

Hari yang membuat anak-anak kecil pada ubanan, gunung-gunung pada berbenturan, semua bencana bermunculan.

Hari dimana semua anggota tubuh bisa bicara dan memberi kesaksian, semua minta ampun dan melahirkan penyesalan namun "lihatlah balasan untuk kalian!" Ucapan yang menambah rasa sukar dan penyesalan.

Hari dipancangkan jembatan sirath, ditambatkan timbangan amal, dibagikan catatan kehidupan, kejelekan dibeberkan dihadapan masa, orang taat beruntung dan yang nakal murung, betapa banyak orang kaya yang malah menjadi orang yang paling butuh akan bantuan amal. Semua mata basah oleh penyesalan

Ya seandainya kamu belum bisa membayangkan, mari dengarkan sabda nabi dari riwayat atabah bin ubaid" kalau seandainya seorang diikat kakinya lalu ditarik sepanjang jalan, dia terus seperti itu sepanjang hidupnya, dari kecil sampai jadi kakek-kakek, maka penderitaannya itu belum seberapa dibanding dengan keadaan hari kiamat."

Wahai sayang, betapa banyak penderitaan hari kiamat yang sering di kabarkan oleh nabi, tapi seolah berita itu lewat saja seolah hanya ditujukan kepada selain kita. Kita sering ditulikan oleh amalan kita.

Wahai sayang, apakah ada yang bisa menghalangi kita dari azab tuhan? gunung dan besi saja hancur lebur dibuatnya.

Kulihat kau sibuk dengan trend dan selalu memikirkan image dan image saja padahal uban sudah mulai datang dan nikmat tuhanmu semakin hari makin berkurang satu satu. Dan seolah kamu melihatnya makin bertambah.

Tapi coba Lihatlah gigimu, apakah dia masih seutuh dulu, peganglah lututmu yang sering ngilu itu, ingatlah penyakit dan keluhanmu.

Sayang…kembali lah kepadaNYA, jangan pernah percaya dengan buaian zaman, cukuplah kejadian kejadian yang kita lihat dan dengar sebagai bukti.


Semua menangis dan menghiba ketika ditinggal mati teman dan sanak famili. Dan kita juga butuh menangisi diri sendiri sebelum ditangisi.

31 Oktober 2014

Jejak Kehidupan



Tulislah semua yang anda pikirkan, jangan hanya anda tulis dalam ingatan… nanti lupa ^.^ Tuliskanlah secara nyata.

Suatu hari nanti anda akan bingung sendiri, bagaimana  anda bisa menuliskannya, semua rasa itu akan hadir, semua memori lama akan muncul kemudian anda tersenyum..unik.

Jejak-jejak kehidupan…tentang ibu tentang bapa, tentang abang dan adik-adik, tentang indahnya rasa saling memahami, toleran, tanpa ada kekerasan kecuali sekali atau dua kali saja.

Cinta ibu kepada kita, perjuangan bapa yang belum sempat terbalas, kasih sayang abang yang ikhlas.

Hmm ternyata saya dulu gagah juga, berprestasi dan baik.. sayang saya tidak terlalu pintar untuk menyadarinya semejak dini.

Saya tidak terlalu percaya dengan ucapan ibu "anak gagah ibu sudah pulang…", saya pikir itu hanya pujian lumrah dari semua  ibu kepada anak mereka.

Saya tidak terlalu percaya kalau saya pintar, walaupun saya masuk 3 besar pas kelas 5, 6 SD, saya pikir itu hanya kebetulan. Saya kan bukan siapa siapa masak dibilang orang pintar (tawadhu sekali atau pasnya tidak percaya diri, selalu saja merasa belum pantas).

Anak baik hmm... sebenarnya bukan baik, tapi memang saya gak berani berbuat macam-macam, atmosfir  lingkungan keluarga yang membuat saya seperti ini, saya tidak pernah dimarahin di rumah bagaimana mungkin saya bisa tahu bagaimana caranya marah, ibu saya sangat penyabar, mau gak mau saya seperti tersihir dengan sifat ibu, saya pernah nanya" bu, kalau seandainya saya dijahilin, ibu akan omel-omelin ibu mereka itu yang gak mendidik anaknya dengan baik?", "tergantung"kata ibu, kalau tidak parah ya gak usah dibesar-besarkan, tapi kalau kamu dipukuli, pulang berdarah-darah, maka ibu mana yang gak akan membela anaknya, bapakmu juga pasi akan membawa golok ke sana."

"jangan bu, jangan!" saya jadi takut sendiri membayangkan kalau saya bermasalah.  

Ibu sosoknya adem, saya tidak pernah melihat beliau bermasalah dengan tetangga, malah beliau tempat curhat,,ada ada tiap hari tetangga yang datang curhat, gak tahu curhat atau gunjing…beda tipis sih..hehe.

Lingkungan keluarga saya agamis, walaupun bukan alumnus pondok atau kaum terdidik, saya juga heran mengapa bisa, padahal mereka hanya belajar agama setahun sekali, dari ceramah-ceramah yang disampai setelah sholat tarawih pada bulan ramadan.

Hidayah allah memang diberikan kepada siapa saja yang dia kehendaki. Saya tidak pernah melihat mereka meninggalkan sholat atau puasa, abang-abang saya juga lumayan memperhatikan agama, salut…mungkin salat mereka lebih khusu' dari saya.

Lahir dalam nuansa seperti ini mana mungkin saya bisa macam-macam, saya hanya butuh keluarga, selebihnya terjadilah apa yang akan terjadi (pikiran saya waktu itu…egois sekali ya, pasti semua yang pernah SD dengan saya, bisa melupakan saya dengan cepat :( . )

Marhalah tsanawiyah/smp, setelah saya tidak percaya bahwa saya memang gagah, pintar dan baik, pada fase ini saya sirna entah kemana, saya bahkan tidak tahu dengan diri saya sendiri, saya harus mengidolakan siapa? Saya harus merasa apa?.

Saya tidak tahu apa-apa dan juga bingung mau konsultasi sama siapa,"sekedar ingin mengatakan kepadanya bahwa saya seperti melayang-layang karena tidak punya beban apa-apa"

Tahap inilah yang kemudian saya rasa namanya "awal masa puber", ketika saya mulai mencari jati diri, ingin diakui, ingin bisa menghasilkan sesuatu gihu, ingin tahu mengapa nama saya kata orang banyak dipakai oleh pr dan semua yang berawal dari kata ingin.

Saya juga sering bertanya kenormalan saya, mengapa saya belum juga suka suka sama perempuan, padahal saya kan pengen tahu rasanya gimana.

Jangankan suka, membedakan cewek cantik dan yang bukan saja saya tidak tahu, saya lihat semua orang sama saja. Saya mempunyai  2 orang kakak perempuan dan 3 kakak lelaki, karena saya tahu  tidak definisi cantik maka saya selalu bandingkan orang yang saya lihat dengan keluarga saya, semua sama, sama-sama pakai mulut, mata dan sama saja.  Genaralisir ini membuat saya susah menentukan siapa yang harus saya sukai dan idam-idamkan.

Teman-teman sering mengunjingkan guru muda yang seksi (kata sebagian teman sih memang spt itu), sebut saja bu A, guru fisika kami sewaktu kelas satu, setiap guru itu berjalan keluar kelas pasti gerakannya selalu diawasi oleh mata-mata liar sebagian teman.

Bu A itu manis katanya, bodinya kayak gelas kimia, langsing dan pinggulnya besar (sori bahasanya vulgar), dengar ucapan itu saya mengambil kesimpulan mungkin itulah arti cantik, namun saya biasa-biasa saja dengan bu guru, saya merasa bu A memang baik sama saya (mungkin karena saya juara kelas kali ya dan dia wali kelas, pantas kalau dia perhatian dengan murid-muridnya apalagi yang juara dan tidak bandel seperti saya hehehe), dia pernah bela in saya saat lagi di marah-marahin sama bu E, guru yang merangkap kabid kesiswaan, saya ingat waktu itu saya diinterogasi bu E "ngapain teman-temannya yang meribut gak ditegur, kamu kan ketua lokal, kamu gak bisa diam-diam aja bla bla bla...",lalu bu A membela saya, yang mana dia memang satu ruangan dengan kabid kesiswaan " bu E, murid memiliki karakter yg berbeda, si N ini (sambil menyebut nama saya) sambil senyum kepada saya, adalah seperti bunyi pepatah "biarkan anjing mengonggong kafilah tetap berlalu",

Apa lagi yang diomongin bu A ini, saya gak paham hubungan dg masalah saya, tapi yang saya tahu saya senang karena dia baik dan peduli" , namun demikian saya merasa biasa saja dengan bu A, saya tidak mengatakan seperti yang dikatakan oleh teman-teman bahwa dia cantik dan seksi, menurut saya hampir setiap yang perempuan yang saya temui itu sama menariknya, selama tidak aneh-aneh seperti gigi tongol kedepan, atau terlalu pendek, bau badan menyengat, atau full agresif seperti kacang direbus satu.

 Dalam arti kata, selama mereka normal mereka menarik. Sedangkan masalah tinggi, harus putih, kulit lembut, harus langsing atau apalah, serius... waktu sekolah dulu saya tidak tahu apa-apa tentang itu dan saya sering bertanya''mengapa itu dijadikan standar kecantikan?" mereka yang termakan oleh media  ataukah psikologi saya tumbuh agak lambat?.

Sekarang masuk kelas 2 mts, masa ketika saya harus bertemu anak baru dari lokal sebelah, ya sewaktu kelas 1 kami 2 lokal, ketika naik kelas 2, anak dua lokal tadi digabung dengan kami menjadi satu lokal, yach… harus bersaing dengan anak juara kelas, seorang cewek, haruskah saya mengalah?cewek juga biasanya lebih rajin daripada cowok, anak-anak dari lokal baru itu ada yg baik-baik kabarnya, tidak peribut seperti lokal kami, dan mereka juga banyak yang pintar, dan saya lebih banyak tahu tentang diri saya sendiri setelah lokal kami digabung seperti ini. Saya banyak belajar

Misalkan…. Bersambung sampai batas yang tidak ditentukan.




30 Oktober 2014

Sejenak


Mungkin akan sangat baik untuk tidak menjawab telepon yang masuk, menghentikan setiap kendaraan, dan setiap kegiatan selama satu jam saja untuk memberikan waktu kepada kita untuk benar-benar memikirkan untuk apa kita hidup dan apa yang sebenarnya kita inginkan.

8 Oktober 2014

”Basmalah !” Anakku 2018


Ketahuilah nak apa yang telah ditulis oleh para ulama kita dahulu, mereka menyebutkan “Jika malam telah merendahkan sayapnya turun ke bumi , melambaikan tangannya “selamat jalan wahai siang, sudah saatnya kamu pergi kemudian azan magrib pun berkumandang tanda pemisah antara siang dan malam, maka pada saat itu janganlah kamu berkeliaran juga diluar rumah.

Najis merupakan tempat bersembunyi dan bergelayutnya para setan, Ini sangat rentan, anak-anak dengan tabiatnya yang latah, buang air yang gak jelas, sering kadang merembes ke ujung celana tau rok atau ada juga tidak bersuci setelahnya, main-main di sembarang tempat tanpa memikirkan apakah tempat itu bersih atau tidak, hal-hal ini akan menyebabkan najis akan sering didapati ada pada anak-anak, nempel di pakaian atau badannya, ditambah lagi bahwa anak anak itu kebanyakan jauh dari zikir (benteng yang menjaga manusia dari gangguan makhluk alam lain). 

Maka inilah yang ditakutkan jika mereka dibiarkan juga main-main di halaman atau di luaran pada waktu magrib datang . karena magrib adalah masa keluarnya para setan.
Setan pada saat-saat keluar akan menyerbu tempat-tempat bergelayut, menempel pada tempat yang terkena najis atau tempat mana saja yang mereka yang bisa dipakai untuk bergelayut.

Inilah di antara hikmah mengapa nabi menyuruh merangkul anak-anak ke rumah saat malam mulai datang.

إذا استجنح الليل فكفوا صبيانكم فإن الشياطين تنتشرحينئذ

“ jika malam sudah mulai datang maka tahanlah anak-anakmu karena sesungguhnya para setan sedang keluar berkeliaran…” (Bukhari, hadis no 3280)

Jika malam datang maka baca basmalah dan tutup semua jendela, bacalah basmalah dan tutuplah wadah-wadah air, pokoknya mau ngapain aja bacain basmalah aja dech, ketika akan tidur, akan makan, akan minum, ganti pakaian, akan masuk rumah hinggga ketika akan mulai bekerja sekalipun.

Ada orang yang ketika melihat makanan lansung lupa semuanya, ketika tinggal suapan terakhir baru ingat dan lansung baca basmallah (bismillahi awwalahu wa akhirahu artinya saya makan dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhir), kemudian nabi kita tersenyum “ saya melihat setan senantiasa ikut makan bersamanya tapi tatkala dia menyebut nama allah setan lansung memuntahkan lagi makanannya….

Penting sekali membaca basmalah, untuk mengambil berkah, membenteng dari setan dan sebagai bentuk pengakuan kita akan kasih sayang tuhan.

Kita sebagai makhluk yang tidak sempurna, kadang tidak taat dengan perintah dan aturan tuhan maka coba bayangkan kalau seandainya Allah hanya kasih rizki kusus hanya untuk hambanya yang taat2 saja maka pasti kita sudah mati kelaparan gak dapat jatah. Namun Allah sayang dengan kita, sekarang tinggallah tugas kita untuk mensyukurinya, walaupun kita belum sebaik orang tapi minimal kita baca basmalah lah sebagai wujud pengakuan kita atas nikmat dan kasih sayang Allah.
********* 

Beberapa pertanyaan yang perlu kita jawab:

-apa hukum membaca basmalah untuk memulai semua perbuatan? Sangat dianjurkan

-membaca basmalah secara lengkap (bismillahirrahmanirrahim) boleh untuk memulai setiap perbuatan yang baik kecuali ketika akan menyemblih hewan, masak iya kita sebut “dengan rahmat dan kasih sayang Allah” lalu pisau kita gorokkan juga di lehernya, kan kurang pas, ucapan kita gak sesuai dengan perbuatan kita. Lantas bagaimana, kita kan harus baca basmalah ketika menyemblih? Ya udah kalau githu baca bismillah allahu akbar saja , gak usah ditambah2in dengan arrahman arrahim.

-bagaimana dengan orang yang sedang berhadas besar (junub) atau perempuan yang sedang dalam masa datang bulan apakah juga disuruh membaca basmalah ataukah ada hukum lain? Perempuan yang sedang datang bulan dilarang melakukan ibadah-ibadah fardhu seperti sholat, puasa, apakah mereka juga dilarang melakukan ibadah2 sunah seperti baca basmalah, membaca zikir pagi sore, membaca alqur’an? Mereka dilarang baca alquran namun tidak dilarang untuk dzikir

- apa hukum membaca basmalah ketika akan makan ? ada yang bilang sangat dianjurkan , ada yang bilang wajib

- kalau makan bareng boleh gak satu orang saja yang baca doa atau masing-masing harus baca doa juga ? boleh asal bacanya yang keras sehingga yang lain bisa mendengarkannya.

- kalau makanan itu beragam, ada makanan beratnya, ada hidangan pencuci mulutnya, ada minuman2nya, apakah boleh baca basmalah sekali saja di awal atau harus berulang-ulang, ketika makan makanan berat baca basmalah, ketika menyantap hidangan pencuci mulut baca basmalah lagi atau bagaimana? Boleh sekali, mewakili untuk makanan yang periode waktu singkat atau masih satu rangkaian prosesi makan

- kita boleh membaca basmalah sedikit keras dg niat mengingatkan orang lain, karena tidak semua orang yang akan makan ingat untuk baca basmalah.

- apakah kalau hanya sekedar mencicipi harus juga baca basmalah atau membaca basmalah itu hanya wajib bagi yang akan makan saja? Ketika mencicipi juga harus pakai basmalah biar berkah


Memerangi Malas


menurut KBBI malas adalah tidak mau mengerjakan sesuatu, segan,
tidak suka, tidak bernafsu.

menurut saya malas adalah menunda pekerjaan atau menyelesaikannya
tapi tidak sesuai waktu yang sudah ditargetkan.

kalau besok ujian maka malam hari sebelum tidur semua telah selesai
dibaca dan dipahami, pagi nya tinggal mengulang-ngulang saja, itu
baru disebut rajin. kalau tidak maka kita masih dihitung malas
karena menyelesaikan tugas tidak sesuai dengan waktu yang
seharusnya.

namun sayang terkadang kita takut rugi karena ada slogan yang
mengatakan "rajin malas sama saja" capek-capek belajar tetap saja
harus ngulang lagi di semerter pendeknya.

sesulit itukah ujianmu nak?
berarti kamu belum dewasa nak, mencari-cari alasan untuk berkilah.
kalau belum berhasil maka muhasabahlah bukannya malas-malasan
sayang.

belajar serius hanyalah satu dari empat pilar saja, masih ada tiga
pilar lainnya yang harus kau perhatikan agar kau berhasil dalam
menuntut ilmu:seperti menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang
karena ilmu adalah cahaya, dan pilar-pilar lainnya.

dewasalah nak suatu hari kau akan tahu bahwa kehidupan nyata lebih
keras dari ujian yang kau hadapi sekarang. mungkinkah kau juga akan
menjadikannya dalih untuk bermalas-malasan.

Jangan ujub dengan harta karena semua akan ditinggalkan
Dunia tidak lain kecuali sebuah warisan
Semua akan pergi dan habis
Kecuali pujian dan nama baik, sesungguhnya dia abadi
Seandainya saya bebas memilih apa saja
Saya akan pilih akhlak yang mulia

Berdiri di Atas Rasa

Berdiri di Atas Rasa
Kalaulah bukan karena “alam rasa” yang bisa dimasuki manusia di saat-saat tertentu maka akan terasa sempitlah kehidupan ini, akan terasa pahit semua ujian dan penderitaan, orang hidup tidak akan bahagia dengan nikmat nyawa dan orang mati tidak pernah menyesali datangnya ajal.
Demikianlah kita melihat orang berbondong-bondong masuk ke dalam alam rasa dari pintu mana saja yang dia bisa, karena disini dia bisa melihat apa yang tidak mungkin dilihatnya di alam kasat mata , sesuatu yang meringankan dada dan menentramkan jiwanya, sesuatu yang menghilangkan kebosanan dan kelelahan terhadap adengan kehidupan yang beragam, tipe pemandangan yang bermacam-macam, keharmonisan yang aneh dan perbedaan yang mengherankan.
Kalaulah bukan karena keinginan untuk memasuki dimensi “alam rasa” maka tidak akan sebanyak ini orang yang tergila-gila membius atau melemahkan alam sadarnya, seperti yang dilakukan oleh para peminum, para perokok atau para penghisap candu, juga maniak film layar biru (adult only), onani.
Dalam pandangan mereka, walaupun apa yang dilakukan ini adalah kebahagiaan yang pasti akan diiringi oleh penderitaan tetapi itu jauh lebih baik daripada penderitaan yang tidak akan diiringi oleh kebahagiaan, kehidupan orang yang bahagia bercampur derita lebih baik dari pada kehidupan orang yang menderita dan tidak pernah bahagia.
Kalaulah bukan karena adanya “alam rasa” maka tidak akan sebanyak ini orang yang menjadi sastrawan yang larut dalam dunia khayal, tidak akan sebanyak ini sufi sufi yang tenggelam dalam lautan cinta (mahabbah).
Peminum tidak sedikitpun merasakan nikmatnya hidup sampai dia menyerahkan jiwanya ke dalam cangkir-cangkir minuman, saat itu dia akan berpindah dari alam sederhana dan terbatas masuk ke dalam alam lain yang luar biasa, dia melihat semua yang selama ini tersimpan rapat didalam kepalanya, dia melihat semua khayalannya menjadi nyata, sekalipun yang dilihat adalah orang paling jelek, orang yang seperti alat pemanggang daging maka dalam pandangannya nampak sebagai makhluk yang menarik dan menggoda, hati tergantung dengannya seperti burung-burung yang selalu ingin bergantung di ranting pohon.
Dan kalau dia orang rendahan yang tidak punya sedikitpun uang maka dia merasakan bahwa dia sedang duduk di atas singgasana raja, tongkat kekuasaan ada di tangan kanannya dan mahkota emas terpasang indah di kepalanya dan hamba-hamba Allah yang lalu lalang itu adalah hamba dan budak-budaknya, angkatan bersejata negara adalah bodyguard- bodyguardnya, termasuk polisi-polisi yang menangkapnya itu.
Intinya dia tidak melihat sedikitpun dari hal-hal yang bisa dilihatnya sebagai sesuatu hal yang membuatnya sedih, telinganya tidak mendengar hal-hal yang jelek, dia melihat kecantikan yang luar biasa menggoda walaupun itu wanita tua, dia mendengarkan alunan melodi indah dari hardikan-hardikan keras dan carut-marut polisi yang menangkapnya.
Ahli sufi tidak merasakan nikmatnya hidup di alam fana ini kecuali setelah gelap malam datang dan dia bersimpuh di tempat munajat : bertasbih, berzikir, memuja, bertahaju, hanyut dalam keindahan ilahi.
Dia masuk ke alam rasa, alam yang luar biasa. Seolah dia memiliki sayap-sayap dari cahaya seperti sayapnya para malaikat . Dia terbang naik menembus alam luar angkasa dan naik lagi ke atas, dia melihat ada sorga dan neraka di sana, ada arasy, ada kursi, dia mendengar gesekan-gesekan pena (qalam) yang menuliskan semua kejadian di lauh mahfudz, dia membaca apa yang tertulis di sana, yang terjadi di masa lampau, masa sekarang dan sebagian yang akan terjadi di masa depan.
Dan sastrawan tidak mampu mengobati rasa luka kesedihannya terhadap sejarah pahit yang selalu berulang dalam peradaban kemanusiaan. Kelaliman para penguasa, pembodohan terhadap masyarakat, penindasan terhadap kaum lemah, pembantaian orang-orang tak berdosa. Dia tidak bisa mengobati rasa lukanya sampai dia kembali duduk di kursi usangnya sambil memegang pena.
Kemudian dia terbang bersama khayalnya, berada di antara taman penuh pohon dan disertai cahaya yang masuk dari sela ranting-ranting pohon kemudian dia masuk ke dalam kolam kecil yang ramai dipenuhi oleh ikan ikan kecil, bercanda ria dengan makhluk tuhan yang tak pernah melakukan dosa dan melakukan kelaliman.
Sesekali dia berdiri menatap puing-puing reruntuhan , menangisi keluarga, para tetangga transmigran yang datang dari jauh, tempat tinggal yang telah terpisah-pisah, kadang dia berdiri atas di kuburan sambil bersimpati, apa yang membuat tubuh mereka lapuk dan tulang mereka keropos?.
Tidaklah harapan itu kecuali juga sebuah pintu untuk memasuki alam rasa, tidak mungkin di antara hati-hati manusia ada hati yang tidak berdenyut dengan harapan Karena harapan itu sendiri adalah kehidupan , dia adalah jatah sama rata yang diberikan kepada semua, diberikan untuk yang pintar dan diberikan untuk yang kaya, diberikan kepada yang miskin dan diberikan kepada yang bodoh.
Harapan adalah tembok penghalang yang berdiri jalan ke putus-asaan, menghalangi dengan kuat hingga ke putus-asaan tidak merembes ke dalam hati, seandainya dia merembes lolos masuk ke dalam hati maka manusia akan zuhud dengan kehidupan dunia, dia tidak akan peduli dengan kehidupan yang layak karena semua tidak ada nilainya sama sekali dalam pandangan mereka, tidak memberi kebahagian ke dalam hati mereka.

8 November 2013

Basrah Membawa Pelajaran

Imam Abu Syuja' Al Ashfahani RA lahir di kota Bashrah pada tahun 433 H. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai seorang hakim yang adil dan berani. Konon, beliau memiliki 10 orang anak buah yang bertugas membagikan zakat, sedekah dan berbagai jenis pemberian serta bantuan lainnya kepada para masyarakat. Tapi di sini lain, kehidupan beliau sendiri sangat sederhana.

40 tahun lebih Imam Abu Syuja' RA mengajarkan Ilmu Fiqh Syafi'i di kota Bashrah. Kemudian beliau pergi ke Madinah Munawwarah, berbakti di Mesjid Rasulullah Saw hingga beliau RA wafat pada tahun 593 H.

Salah satu karamah luar biasa yang dikaruniakan Allah Swt kepada Imam Abu Syuja' RA adalah seluruh anggota tubuhnya yang tetap sehat, segar dan bugar meskipun beliau telah berumur 160 tahun. Ketika ditanya tentang rahasia dibalik kesehatannya yang luar biasa itu, Imam Abu Syuja' RA menjawab, "seluruh anggota tubuhku ini tidak pernah dipakai untuk bermaksiat pada masa muda. Maka wajar, jika allah menjaga saya sampai tua".
mesjid Musawi, salah satu mesjid bersejarah yang ada di Basrah

10 Juni 2013

Sudahlah... kamu belajar saja Sayang, tak usah pikirkan Cewek dulu

Kalimat itu begitu manis dan indah. kalimat motivasi yang beberapa hari ini sering singgah ketelinga saya tanpa diminta dan saya juga tidak tahu sebabnya apa. padahal kalau dilihat zhahir maka kalimat itu kurang berasalan kalau ditujukan kepada saya, saya tak pernah curhat masalah pacar kepada mereka, tak pernah cerita tentang wanita kawan2 saya di madrasah dulu ataupun kawan2 setelah saya tamat MA,,,

minggu kemaren ketika saya baru2 nginap di rumah ini, saya mendapat nasehat dari seorang ibu paro baya yang sudah saya anggap orang tua sendiri "tamaik-tamaikan lah sakola dulu, sudahtu baru pikian anak urang" "iya bu", jawab saya, mengapa ya,,apa dia bisa membaca pikiran saya, ataukah karena dia pernah muda dan tau sebenarnya seperti apa persisnya jiwa saya tapi yang jelas dia juga punya anak laki yang 2 tahun dibawah saya tapi sudah minta2 nikah...saya bersyukur apapun alasannya menasehati saya, yang jelas saya sedikit lebih kuat dengan nasehat itu.

tadi malam ,minggu 09 juni 2013, seorang mahasiswa senior juga singgah ke rumah tempat saya menumpang sementara, ya kota ini memang begitu rame kalau masa masa ujian, karena semua berdatangan dari semua penjuru demi bisa mengikuti ujian dengan maksimal. begitu juga saya, saya juga baru beberapa minggu tinggal dirumah ini,,,,demi ujian.
tadi malam mahasiswa itu juga memberi motivasi cuma cuma kepada saya, ndi dengarin ane bicara nich,,antum tu jangan mikirin siapa-siapa dulu ya. belajar, belajar dan belajar saja, kalau masalah cewek mah bisa belakangan, ane aja nih, dulu ga' pernah mikirin siapa2 tapi pas pulang kemaren ke indonesia, langsung ada aja yang mau nikah sama ane... trus dia cerita tentang perjanan cintanya ketika baru pulang,,katanya .ada 5 orang yang suka sama dia, ada yang anak orang kaya, ada yang bapaknya kerja di perhotelan, ada kerja di bank,ada yang guru,ada yang baru tamat kuliyah,trus trus dan trus dan bagaimana akhirnya dia memilih yang biasa2 aja..

saya tidak tahu, saya memang tidak ingin pacaran atau pun membina hubungan khusus dengan siapa saja tetapi saya juga lemah, sering kali saya kepikiran mengapa wanita dilahirkan dengan begitu cantik, apalagi godaan di sini jauh lebih berat dibandingkan dengan orang negri kita, karena semua yang ada disini, cantik, putih, dan mulai2 terpengaruh, mereka sedikit kebarat2an,,walaupun berjilbab tapi tetap saja pakaiannya,,,,awh tak usah dilanjutkan y..

tidak usah memikirkan cewek,,,manis sekali kalimat itu, saya ingin sekali mentururi nasehat si ibu dan si abang itu karena saya rasa nasehat mereka sejalan dengan ajaran agama yang saya pahami,,dan toh
saya tidak pernah melihat ustad pacaran, orang saleh pacaran, orang hafiz dan orang hafizah pacaran,, semua   yang pacaran hanya mereka yang tidak belajar agama atau pura pura tidak tau dengan ajaran agama yang selalu menutup jalan menuju dosa...
saya hanya mencoba,semoga saya selalu bisa membawa diri kepada ajaran agama dan mendapatkan husnul khatimah

4 Juni 2012

Mengobati Rasa Malas


Perlu di ketahui bahwa rasa malas adalah penyakit yang tidak ada obatnya kecuali orang tersebut mau merubahnya sendiri, caranya yaitu dengan dilawan alias di paksa, ( ni jenis pemaksaan yang dibolehkan) karena kalau tidak di paksa sampai kapanpun kita tetap malas.

Rasa malas itu biasanya timbul rasa trauma atau shock melihat beratnya pekerjaan atau tugas yang ada didepan kita. Nah kalau yang ini saya pengalaman nich, baru kemaren, pas ujian tafsir, minggu 3 juni 2012 saya shock melihat buku tafsir maudui yang menurut saya materi terberat dalam mata kuliyah saya, bukan apa apa sih, tafsir  itu biasa-biasa aja kalau di tampilkan dengan dalam bahasa yang mudah dipahami atau  keterikatan antar paragrafnya kuat. 

Namun kali ini dosen saya yang tamatan barat itu menyusun muqarrar dengan gaya berbeda, dia banyak  melakukan muqaranah atau perbandingan antara satu tafsir dengan yang lainnya, dia merinci satu permasalahan sehingga kita menyangka dia telah membuah sebuah pembahasan baru dalam satu sub bahasan, terus bukunya juga kumpulan dari 3 buku yang di press menjadi satu.

Jujur saja muqarrar pernah saya lempar beberapa ke belakang pintu, marah kenapa mukarrar duktur berat sekali,,,
Terus mengapa saya malas, malah ketika besoknya mau ujian , saya baru selesai baca sebagian yang penting-penting saja,,duktur maafkan saya,,saya jadi rasa bersalah melempar-lempar karangan duktur padahal isinya sangat padat dengan ilmu.

Malas juga bisa timbul  karena kurang bergerak atau kurangnya oksigen, biasanya ini terjadi sore-sore hari,  pada saat ini udara sudah tercemar, karbon sudah lebih banyak dari pada oksigen,, makanya salah satu waktu yang baik untuk belajar atau sesuatu yang membutuhkan kosentrasi saat bagus kalau dilakukan pagi hari ( versi saya ) sedangkan sore hari bagus di gunakan untuk kegiatan yang lebih banyak menuntuk gerak atau digunakan untuk baca novel, ngeblog, nulis, nonton karena menurut saya waktu sore otak kiri susah di ajak kompromi , dan otak kanan sering mengambil kendali  di saat saat seperti ini.

Untuk mengatasi kekurangan oksigen kita bisa sesekali berdiri, atau berjalan2 ke balkon rumah mengambil asupan udara lebih banyak sambil menghilangkan virus-virus kebosanan.
 Satu alasan paling urgen mengapa kita tidak boleh malas-malasan adalah lama lama malas kalau  dibiarkan bisa menjadi kebiasaan dan kalau sudah begini tamatlah riwayat kita.

Oleh karena itu saya rasa penting bagi kita untuk mengingat ingat beberapa point di bawah ini.
  • stop malas! karena ketika kita mulai bermalas-malasan ditakutkan sifat malas  akan menjadi kebiasaan,so sebelum terjadi kita tutup pintunya rapat-rapat oke.

  • Lakukan hal-hal  yang menarik mungkin bisa dengan menulis di blog misalnya,atau menghafal surat-surat pendek atau rumus-rumus dalam waktu yang di tentukan, melakukan hal-hal kecil bisa menghilangkan rasa jenuh..


  • buka mata,buka telinga mari kita lihat dan dengar di sekeliling ,kita pelajari dan kita ambil hikmahnya,bukankah belajar tak hanya di sekolah?

  • lakukan ibadah sunah selain ibadah wajib tetap jalan ibadah sunah juga jangan sampai lewat,malam-malam kebangun dari pada buka facebook mending tahajud. Hehhe


  • waktu ibarat pedang tekankan ini dalam prinsip kita,agar kita tak pernah membuang waktu dengan percuma, betapa pun kita malas , kita harus tetap mengambil manfaat dari waktu2 yang terlewatkan…dan   karena ketika kita dapat mensiasati waktu dengan baik maka waktu tersebut akan menjadi senjata kita,

     So tetap semangat !!.
http://ngarubiru.wordpress.com/diambil dengan perobahan. 

9 Mei 2012

tersenyumlah, buanglah jauh-jauh kesedihan dan rasa galau mu


Sebuah penelitian dilakukan oleh pakar EFT (Emotional Freedom Tehnique)  Dr. Felicy.Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan  kondisi darah manusia ketika sedang normal, saat lagi sedih, gembira, jatuh cinta dan juga ketika berdoa berdoa. EFT tersebut mengambil sampel darah seorang pasien (Rebecca) kemudian memotretnya dengan menggunakan “darkfield microscope” yang dihubungkan dengan monitor komputer. Dan tampaklah perubahan drastis pada darah Rebecca tersebut setiap kali emosinya berubah. Berikut ini adalah foto darah seorang Rebecca sebelum dan sesudah melakukan EFT.


Sebelum melakukan EFT
( sel darah merah menggumpal disebabkan oleh Lectin yang didapat dari alergi ayam & alpukat )
Sesudah melakukan EFT
( sel darah merah menjadi normal kembali )

Kemudian Rebecca melakukan tes lagi dan mengundang emosi “sedih” dengan cara memikirkan saat-saat sedih sampai dia menangis, lalu sang pakar EFT ( Dr. Felicy) mengambil sampel darahnya lagi. Hasilnya seperti gambar berikut
  

Kondisi darah saat sedih , sel darah begerak cepat dan berbentuk air mata


Lalu Rebecca melakukan tes lagi setelah menghadirkan  energi “cinta” dan mengenang masa masa indahnya. Dan seketika darahnya kembali normal, dan sel-sel darah bergerak dengan indah dan timbul substansi yang berkilauan dalam cairan darah.


Kondisi darah saat merasakan cinta :
( sel darah bergerak pelan dan cenderung berkumpul )

Kemudian Rebecca memikirkan kejadian-kejadian menakutkan dan trauma yang pernah dialaminya. Dan seketika juga sel-sel dalam darahnya bergerak dengan tidak beraturan dan sangat cepat akibat dari produksi adrenalin yang meningkat. Adrenalin meningkat saat seseorang merasakan ketakutan

Kondisi darah saat merasa takut

Dan Rebecca juga mencoba untuk memikirkan “sifat kasih-sayang  Tuhan”. Tuhan maha penyayang, maha penyantun dan pemelihara. Dan kemudian memohon kepada-Nya agar dikasihi dan di sayangi, mohon agar selalu dijaga oleh-Nya. Saat berdoa tersebut, Rebecca merasakan kenyamanan dan mengatakan “saya merasakan gelombang energi yang begitu besarnya menyelimuti diri saya, saya sampai menangis bahagia karenanya"

Saat sampel darah Rebecca diambil setelah berdoa dan merasakan pengalaman religius itu, kemudian dilihatkan dibawah mikroskop yang dihubungkan dengan komputer, semua yang hadir dilaboratorium itu seketika terdiam dan terpana karena melihat komdisi darah yang sama sekali berbeda dengan yang lain, cairah darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Di dalam sel darah terdapat substansi yang bercahaya dan berdenyut seperti denyutan jantung mini.

Kondisi darah saat “berdo’a”
(timbul substansi putih berkilauan dan darah bergerak pelan dan sangat teratur)


nb: semoga kita sadar bahwa emosi kita berkaitan erat dengan darah  kita sendiri, jauhi marah-marah, jangan suka murung-murung ga' jelas  dan jangan pelit untuk ber-DOA, berdoa lah setiap saat dan setiap kesempatan dan mari mencoba untuk selalu trersenyum. Smile ! ! ^.^
SUMBER


1 Mei 2012

GILA, obsesi yang tertunda



Gila itu tidak bertanggung jawab, melakukan tanpa melihat apa nanti akibat dari perbuatannya, orang gila tidak pernah memikir dirinya sendiri apalagi memikirkan orang lain.
Ada ga’ ya  normal tapi gila? Kalo kita masukin ke definisi di atas maka mungkin  ½ penduduk bumi sudah bisa dibilang gila semua ,,hah masak?!.
Sebenarnya banyak diantara kita yang sudah terjangkiti gila, Cuma kita jarang menyadari saja, coba lihat , tuh ada yang gila kekuasaan, ada yang gila belajar, ada yang gila pacaran, ada yang gila bola, ada yang gila seni, mereka para orang orang itu tidak pernah memikirkan dirinya sendiri  sampai sakit sekalipun akan tidak terasa selama mereka bersama hal yang di gilai, mereka tidak pernah kompromi bagaimana dengan orang lain, bagaimana akan memikirkan orang lain, diri sendiri aja sering terabaikan?!!

Gila,,,itulah sebenarnya dunia kita sehari-hari, disini gila, disana gila dan mungkin kita sendiri juga terkena virus gila hehe.
Lalu kita bertanya, gila itu positif ataukah dia sebuah energi negatif yang akan menghancurkan kita . gila itu positif atau negatif ya?
Klo menurut pendapat saya pribadi, gila itu bisa saja bernilai positif kalau kita menggilai hal-hal positif , dan saya memang sangat pengen memperoleh gelar istimewa ini, saya ingin dikenal sebagai orang “Gila” . gila apa dulu ? hehe
Saya ingin gila belajar, titik ga’ pake kemana mana lagi, itu saja. Saya ga’ ingin gila makan, engga’. Gila dunia,,engga’. Saya ga’ ingin. Saya hanya ingin gila belajar, cukup satu ni saja, gak usah yang lain.

Gila yang negatif ada? Ada, malah ini sangat mudah ditemukan karena saking membludaknya. Dah sekarang mari kita sorot  gila yang positif aja ok. Ok aja y..seep.
Pertanyaan selanjutnya,
Bagaimana supaya bisa gila?
Hal yang paling menonjol dalam diri seorang gila adalah blak-blakan, hilang rasa malu, fokus pada keinginan tanpa terganggu oleh asumsi-asumsi, kadang malah lupa diri, lupa makan, lupa tidur dan mungkin juga sudah melupakan kalimat “lupa” ,pokoknya…pokoknya…, hanya itu saja kalimat yang dia pahami dengan baik..
Banyak orang  bertanya sambil nyengir, mang seposif itu orang gila, ga’ deh, kayaknya kamu kamu salah?! . “iya” jawabku, itu lah sisi sisi positif yang terlihat olehku. Orang gila adalah tokoh yang patut ditiru dalam hal kePEDEan dan kepositifan, dan memang disana ada hal-hal negatif namun cukuplah kita ambil yang baik-baiknya saja , kita pilah pilih dan kita selaraskan dengan tujuan kita.
Next question, mengapa saya bercita-cita menjadi gila.
Sebabnya ialah karena saya menemukan kelemahan dalam kenormalan, ada malu-malu kucing, malu kalau saya begini nanti gimana kalau dilirik orang, malu kalau nanti kalau salah karena muka saya akan terasa panas dan menjadi merah, malu ,malu dan malu…
Ada rasa bimbang dan ragu ragu berdalih kemaslahatan, padahal orang gila kan tidak kenal kalimat ini, orang gila senang berjuang, tidak bisa menunggu walau sebentar, kalau sudah maunya, pasti akan di perjuangkan.

Klo saya gila, persentasi keberhasilan saya berapa ya?
90%, itu versi saya karena tidak ada yang bisa menghentikan orang gila kecuali militer alias kekuatan yang nyata nyata kuat sedangkan angan-angan dan ketakutan sangatlah jauh
Kedengaran agak konyol ya ide-ide saya tentang gila. Tapi saya yakin ‘Gila’ adalah sebuah solusi jitu kalau dikelola  dengan perpaduan yang pas dan pemahaman yang benar atau minimal sama dengan yang saya pikirkan.maka pasti tidak akan ada lagi sifat2 skeptis atau mundur duluan sebelum maju.
Ayo ayo siapa yang mau ngikut masuk kategori “orang gila”,,sip deh ntar kamu langsung saya angkat jadi kepala genk nya.

Sip ga’ ,siapapun yang jadi komandan ga’ jadi soal, yang penting orang gila ga’ bakalan bisa dicegah karena dialah yang paling paham tentang dirinya, orang lain boleh komentar2 miring  namun tetap saja tidak ngaruh..duh capek nich  .lagian tulisannya dan glantur sana sini, sedikit acak2an. Tapi mungkin itulah seninya orang gila yang hanya ingin menyampaikan pendapat namun terbatas dalam kemahiran menyusun kata kata  ,,oke..”gila harus diubah menjadi solusi jitu”

Gila itu tidak bertanggung jawab, melakukan tanpa melihat apa nanti akibat dari perbuatannya, orang gila tidak pernah memikir dirinya sendiri apalagi memikirkan orang lain.
Ada ga’ ya  normal tapi gila? Kalo kita masukin ke definisi di atas maka mungkin  ½ penduduk bumi sudah bisa dibilang gila semua ,,hah masak?!.
Sebenarnya banyak diantara kita yang sudah terjangkiti gila, Cuma kita jarang menyadari saja, coba lihat , tuh ada yang gila kekuasaan, ada yang gila belajar, ada yang gila pacaran, ada yang gila bola, ada yang gila seni, mereka para orang orang itu tidak pernah memikirkan dirinya sendiri  sampai sakit sekalipun akan tidak terasa selama mereka bersama hal yang di gilai, mereka tidak pernah kompromi bagaimana dengan orang lain, bagaimana akan memikirkan orang lain, diri sendiri aja sering terabaikan?!!

Gila,,,itulah sebenarnya dunia kita sehari-hari, disini gila, disana gila dan mungkin kita sendiri juga terkena virus gila hehe.
Lalu kita bertanya, gila itu positif ataukah dia sebuah energi negatif yang akan menghancurkan kita . gila itu positif atau negatif ya?
Klo menurut pendapat saya pribadi, gila itu bisa saja bernilai positif kalau kita menggilai hal-hal positif , dan saya memang sangat pengen memperoleh gelar istimewa ini, saya ingin dikenal sebagai orang “Gila” . gila apa dulu ? hehe
Saya ingin gila belajar, titik ga’ pake kemana mana lagi, itu saja. Saya ga’ ingin gila makan, engga’. Gila dunia,,engga’. Saya ga’ ingin. Saya hanya ingin gila belajar, cukup satu ni saja, gak usah yang lain.

Gila yang negatif ada? Ada, malah ini sangat mudah ditemukan karena saking membludaknya. Dah sekarang mari kita sorot  gila yang positif aja ok. Ok aja y..seep.
Pertanyaan selanjutnya,
Bagaimana supaya bisa gila?
Hal yang paling menonjol dalam diri seorang gila adalah blak-blakan, hilang rasa malu, fokus pada keinginan tanpa terganggu oleh asumsi-asumsi, kadang malah lupa diri, lupa makan, lupa tidur dan mungkin juga sudah melupakan kalimat “lupa” ,pokoknya…pokoknya…, hanya itu saja kalimat yang dia pahami dengan baik..
Banyak orang  bertanya sambil nyengir, mang seposif itu orang gila, ga’ deh, kayaknya kamu kamu salah?! . “iya” jawabku, itu lah sisi sisi positif yang terlihat olehku. Orang gila adalah tokoh yang patut ditiru dalam hal kePEDEan dan kepositifan, dan memang disana ada hal-hal negatif namun cukuplah kita ambil yang baik-baiknya saja , kita pilah pilih dan kita selaraskan dengan tujuan kita.
Next question, mengapa saya bercita-cita menjadi gila.
Sebabnya ialah karena saya menemukan kelemahan dalam kenormalan, ada malu-malu kucing, malu kalau saya begini nanti gimana kalau dilirik orang, malu kalau nanti kalau salah karena muka saya akan terasa panas dan menjadi merah, malu ,malu dan malu…
Ada rasa bimbang dan ragu ragu berdalih kemaslahatan, padahal orang gila kan tidak kenal kalimat ini, orang gila senang berjuang, tidak bisa menunggu walau sebentar, kalau sudah maunya, pasti akan di perjuangkan.

Klo saya gila, persentasi keberhasilan saya berapa ya?
90%, itu versi saya karena tidak ada yang bisa menghentikan orang gila kecuali militer alias kekuatan yang nyata nyata kuat sedangkan angan-angan dan ketakutan sangatlah jauh
Kedengaran agak konyol ya ide-ide saya tentang gila. Tapi saya yakin ‘Gila’ adalah sebuah solusi jitu kalau dikelola  dengan perpaduan yang pas dan pemahaman yang benar atau minimal sama dengan yang saya pikirkan.maka pasti tidak akan ada lagi sifat2 skeptis atau mundur duluan sebelum maju.
Ayo ayo siapa yang mau ngikut masuk kategori “orang gila”,,sip deh ntar kamu langsung saya angkat jadi kepala genk nya.

Sip ga’ ,siapapun yang jadi komandan ga’ jadi soal, yang penting orang gila ga’ bakalan bisa dicegah karena dialah yang paling paham tentang dirinya, orang lain boleh komentar2 miring  namun tetap saja tidak ngaruh..duh capek nich  .lagian tulisannya dan glantur sana sini, sedikit acak2an. Tapi mungkin itulah seninya orang gila yang hanya ingin menyampaikan pendapat namun terbatas dalam kemahiran menyusun kata kata  ,,oke..”gila harus diubah menjadi solusi jitu”

26 Maret 2012

Kita Butuh Intuisi

Intuisi adalah kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan diluar kesadaran. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata, didalam buku itu ditemukan keterangan yang dicari-carinya selama bertahun-tahun. Atau misalnya, merasa bahwa ia harus pergi ke sebuah tempat, ternyata disana ia menemukan penemuan besar yang mengubah hidupnya. Namun tidak semua intuisi berasal dari kekuatan psi. Sebagian intuisi bisa dijelaskan sebab musababnya.


Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berada dalam jajaran puncak bisnis atau kaum eksekutif memiliki skor lebih baik dalam eksperimen uji indera keenam dibandingkan dengan orang-orang biasa. Penelitian itu sepertinya menegaskan bahwa orang-orang sukses lebih banyak menerapkan kekuatan psi dalam kehidupan keseharian mereka, halmana menunjang kesuksesan mereka. Salah satu bentuk kemampuan psi yang sering muncul adalah kemampuan intuisi. Tidak jarang, intuisi yang menentukan keputusan yang mereka ambil.

Enam langkah untuk mempertajam intuisi :

1. Pergunakanlah empati alami kita sesering mungkin

Bayangkan diri anda berada dalam posisi orang lain. Atau dengarkanlah pengalaman-pengalaman orang lain dan rasakan bagaimana mereka merasakannya pada saat itu. Lebih baik lagi kalau Anda menerima keluhan-keluhan dan memberikan pertolongan dengan memberikan solusi-solusi, bukan hanya memonitor dan membanding-bandingkan. Rasakanlah penderitaan batin mereka! Semakin dalam perasaan Anda terlibat, maka semakin memperkuat intuisi Anda. Dengan kata lain semua pengalaman orang lain bisa memperkuat intuisi Anda tanpa Anda harus mengalaminya sendiri.

2. Biarkan diri Anda merasa takut dan mengalirlah melewatinya
 
Anda pasti tidak menyukai rasa takut, bukan? Begitu juga semua orang. Tetapi rasa takut