Tampilkan postingan dengan label my pen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my pen. Tampilkan semua postingan

12 Mei 2015

Masa lalu dan Perjalanan ke Mesir bag 2


Sekaranglah saatnya...lansung praktek aja pasti seru..minimal pasti ada hikmah dan pelajaran yang bisa diambil... mungkin

Dan sayapun mulai melirik sekeliling, mencari siapa kira2 yg seharus nya saya sukai, (aneh y..saya baru sadar sekarang klo perasaan itu tdk bisa dihitung dg kalkulator, dia bukan ilmu pasti, suka adalah ilmu aneh yg ga punya kurikulum, dia hy bisa dipahami oleh orang2 yg sdg tenggelam didalamnya).

Tapi  yg jelas beberapa minggu kemudian saya membuat keputusan dan mengiriminya surat kaleng…, apakah saya diterima? tentu saja tidak, saya langsung ditolak bahkan sempat menjadi bahan gunjingan dalam kelas. (kenapa saya gagal dan apakah saya berhasil menemukan jawaban thd pertanyaan2 saya…kapan2 aja saya tulis)

Singkat cerita dua kegagalan eksperimen ini membuat saya mulai ragu dg buku2 psikologi, motivasi, manajemen dan buku2 lain yg saya baca, apakah semua yg mereka tulis itu benar atau hanya sekian persen saja yang bisa dipegang ataukah saya gagal karena perbedaan keadaan sosio kultural tempat saya hidup dg tempat penulis mengambil sampel2 percobaannya, mereka hidup di Barat sedangkan saya tinggal di Timur (Asia), ya bedalah adat dan kebiasaan kami. Teori2 mereka tumpul, tak bisa diterapkan di daerah saya..ya itulah kesimpulan sementara saya.
Saya berani masuk MLM dan juga menembak si dia adlah karena aliran semangat dan gairah yg muncul dari ide2 mereka, sipenulis kelas dunia itu. Saya gagal, saya rasa  harapan yg diberikan sipenulis2 itu seperti uap, tidak bisa sepenuhnya diterima mentah2. buktinya saya gagal.

Namun saya tidak sepenuhnya menyerah karena saya masih mempunyai target selanjutnya yang perlu saya coba, tidak ada salahnya mencoba kan? Tidak ada manfaatnya menangisi susu yg tumpah ke lantai, bersihkan saja dan lakukan tugas2 lain yg sudah menunggu.

Target saya selanjutnya adalah bisa kuliyah keluar negri, aneh...waktu itu saya seperti sahabat yg membakar hapis kapalnya, di depan adalah musuh dan di belakang adalah laut lepas, kalau maju ada 2 kemungkinan bisa menang dan memperoleh apa yg kita inginkan atau kalah namun dikenang sebagai pahlawan, kalau mundur maka mati konyol karena kapal sudah dibakar.

waktu itu saya hy punya satu pikiran saya harus ke luar negri, saya tidak akan kuliyah dimana2 selain di luar negri...harus. kalau tahun ini tidak bisa maka tahun depan harus bisa kalau ga tahun depannya lagi.

setelah berharap setengah mati akhirnya pun saya lulus, saya selamat gara2 8 point, waktu itu syarat kelulusan non depag adalah 60 dan untuk jalur depag (beasiswa) harus memiliki rata2 80.

nilai rata2 saya waktu itu adalah 60.8 . yach saya rasa saya lulus gara2 doa dari orang2 tercinta padahal kemampuan tidak terlalu baik. tapi yang jelas saya lulus sedangkan ilmu bisa di usahakan, yang penting lulus dulu.

Saya tidak punya kelebihan materi, anda tahu lah apa yang saya lakukan sehari2. Saya tidak mungkin dalam tiga bulan bisa mengumpulkan uang puluhan juta untuk biaya kuliyah di luar negri. Namun demikian saya mencoba untuk tetap percaya bahwa itu pasti bisa “pasti ada cara.” Ya klo nantinya gagal lagi ya minimal saya tidak menyesal tidak ke luar negri, saya sudah mencoba dan saya gagal. Itulah takdir saya. selesai masalah, titik.

Ya lebih kurang seperti itulah pesan2 yg sering disampaikan bapak2 motivasi dalam kuliah2 mereka.

Perjuangan keluar negri lebih terkendala kepada mencari dana dan “catatan lusuh” saya telah  mengabadikan kisah pengemis saya dlm cari dana. Semua ada saya simpan dengan rapi, mulai dari angka-angka yang masuk dan keluar, tanggal, org yg pertama kali mengasih semangat, org yg pertama kali mengasih dana, saya dapat 300.000 rupiah, ini utk modal awal katanya. Semoga berhasil.

Saya juga mencatat pesan-pesan mereka, harapan2 mereka.
Waktu itu saya meng-kopi sekitar 50 proposal dana, sebagian saya sebar di mesjid2 pas waktu jum’atan, sebagian di sidang hari raya, kedai2 anderdil motor, kedai pupuk, kantor badan amil zakat (BAZ) , bank bpr, kantor wali nagari, kantor camat, kantor bupati, kantor diknas, tempat praktek dokter kandungan, mendatangi orang2 kaya dengan wajah memelas tapi hati memaksa seolah mengatakan “bahwa kami adalah fi sabilillah", padahal kenal juga ga’ dg mereka.


Sungguh aneh karena waktu itu tak ada rasa segan sikitpun untuk minta2 sumbangan. Kadang disuruh menjalankan katidiang (keranjang sumbangan), kadang sebelum dikasih sumbangan diminta untuk menjadi khatib jum’at dulu di sana, kadang juga ditolak dengan berbagai alasan logis dan tak logis, yang saya rasakan waktu itu hanya manis manis asam kayak lagi makan jeruk sambil kening berkerut. Eisspp..ha gimana gitu.

bersambung...

23 April 2015

Sekelumit Masa Lalu dan Perjalanan ke Mesir



Catatan masa silam dulu, tentang sebuah semangat mengotak-atik potongan2 asa, setiap hari hanya satu harapan: semoga setiap potongan2 kecil itu bisa jatuh ditempat yang pas agar di hari H nanti menjelma menjadi sebuah gambar besar yang selaras, minimal bisa dibaca. Memori ini muncul tanpa diundang, saat itu saya beres2 mau pindah kos, saya ketemu buku catatan usang saya, seketika saya masuk ditarik ke masa silam.

Perjuangan 6 tahun yang lalu, juni 2008. Ini adalah awal dari gelembung2 semangat yang bikin saya linglung panas dingin, rasanya saya ingin berteriak “pak..buk.. saya lulus tes kuliyah ke luar negri?! Aha jenius ?!”. Dengan sengatan berita kelulusan itu rasanya saya mulai hidup dalam khayal yg melalang buana, selama berhari-hari bernafas tanpa tahu harus melakukan apa. 

Yach… ini merupakan sebagian dari kelemahan saya, ketika menginginkan sesuatu maka semua pikiran saya, hati saya, alam sadar dan tidak sadar saya langsung tercurahkan pada satu hal itu saja, saya tidak akan bisa memikirkan hal lain, youhh kebebasan saya rasanya betul2 terampas. 

Kadang saya merasa sudah tidak lagi di dunia ini karena separuh jiwa ini sudah bertengger, berjalan melenggang dengan indahnya di alam khayal. 

Dimanapun saya berada, khayalan ttg kuliyah di luar negri selalu hadir, menggoncang2 jiwa, baik itu ketika membantu ibuk di dapur, ketika menjemput air untuk kebutuhan dapur dari lubuk (mata air) yang cukup jauh, belanja ke warung yg juga lumayan jauh, ketika makan, ketika bantu2 orang tua di sawah, ketika sendirian di kamar bahkan kadang2 ketika lagi sholat. Hgzztt.

Setahun sebelumnya (yaitu tahun 2007) ketika saya mulai masuk tahun akhir di sekolah saya, saya mulai merasa kosong: kosong waktu, kosong permasalahan.

Saya merasa memiliki banyak sekali waktu kosong, tinggal di mesjid yg dekat dari gedung sekolah, dapat tunjangan yg mencukupi kebutuhan sebulan. 

Dengan dua modal ini waktu kosong saya menjadi bertambah, pertama karena saya tidak butuh menghabiskan waktu lama untuk bisa sampai ke sekolah, kedua saya merasa tidak usah menghabiskan waktu membantu orang tua di sawah karena saya sudah punya uang sendiri yang mencukupi kebutuhan saya. 

Banyak waktu luang dan sekolah juga tidak memberi tugas yg menyita waktu membuat ruang hampa semakin menganga. Ya spt itulah kekosongan pertama, kayaknya sudah ada gambaran umumnya. Sekarang lanjut tentang permasalahan selanjutnya!

Kekosangan permasalah. Semenjak dulu sirkulasi rutinitas saya adalah sirkulasi aman, siklus minim masalah. 

Pertama keluarga. Keluarga rasanya cukup harmonis, saya tidak pernah melihat orang tua bertengkar, ibuk bapak taat beragama, rajin sholat, puasa, baca quran, nyaman kali rasanya kalau dirumah, saya tidak ingin kemana2.

Kedua rutinitas saya. biasanya pagi siang saya disekolah, sorenya membantu orang tua, malam belajar kemudian tidur dan paginya sekolah lagi. 

Hari minggu saya membantu ibuk belanja ke pasar (bl panjang) atau menjaga padi yang dijemur di halaman supaya tidak dimakan oleh ayam2 tetangga dan kadang membantu orang tua di sawah atau hanya sekedar menjaga padi yg mulai menguning di sawah supaya tidak dimakan oleh burung gereja atau pipit.

Rutinitas seperti ini saya sebut sbg siklus anti masalah atau rutinitas aman karena dia saya membuat saya terpelihara dari permasalahn kenakalan remaja, huru hara yg gak jelas. 

Saya tidak perlu merasa stress karena tidak ada yg perlu dikhawatirkan, di sini kita lebih membutuhkan otot ketimbang otak hanya butuh badan yg sehat dan stamina yg ok saja, apa yg dikerjakan orang tua tinggal ditiru saja, gampang lah pokoknya.

Banyak kesibukan dirumah atau sawah membuat saya tidak punya waktu main2 dg anak2 baru puber yang tinggalnya lebih dekat dengan jalan besar beraspal, main bola kaki, main kartu, domino atau sekedar duduk2 di warung sambil mendengarkan cerita huru hara mereka, cerita ttg hantu, ttg pacaran, saya akui mereka jago bercerita dan selalu punya kisah menarik untuk diumbar namun keluarga saya melarang duduk2 di warung, ah janganlah ikut2 pula dg preman.

Wow anda shaleh sekali, berpikiran bijak semenjak kecil bla bla bla…, 

Jangan mengambil kesimpulan terlalu dini sodara! Walaupun saya bebas masalah atau kosong masalah namun waktu itu saya merasa terkucil dari lingkaran kehidupan yg seharusnya. Semakin saya beranjak remaja semakin banyak gejolak perasaan yang saya timbun dalam dada, semakin sering pula saya melakukan monolog, bertanya2 ttg semua detail yg terjadi dalam kehidupan saya, saya mulai bertanya dg pertanyaan “mengapa saya…” kemudian menjawab dengan kata “karena…” namun secara umum saya hanya bisa melontarkan pertanyaan “mengapa saya…” tanpa bisa berkata “karena…” yaa otak tidak terlalu cerdas utk menjawab semua pertanyaan2 itu. 

Sungguh pada waktu itu saya sangat butuh kehadiran pembimbing yg bisa memuaskan semua pertanyaan2 saya atau seorang teman super jenius yang tidak pernah bilang “kamu ini aneh” terhadap semua kebingungan saya.

Harapan tinggal harapan dan saya tetap harus menjawab semua pertanyaan seorang diri saja, kadang saya bertanya mengapa nama saya dalam akte novi dan kenapa dirumah dipanggil andi, mengapa kalau saya ikut bicara ketika orang lain bicara mereka bilang “husss anak kecil jangan ikut campur urusan orang dewasa” saya heran mengapa saya dilarang bicara tanpa dijelaskan dimana letak kesalahan ucapan saya, padahal saya yakin apa yg saya ucapkan sangat benar sekali dan masuk akal, saya dilarang berpendapat semata2 karena saya masih kecil.

Sungguh dunia ini tidak adiiiil, saya ingin sekali berlari ke masa depan supaya cepat dewasa dan bisa didengarkan ucapannya. (inilah salah satu tragedy menjadi anak paling bungsu, tidak ada yg menghormati perkataannya, selalu dianggap ingusan. Hufhf sebal :( )

Saya heran mengapa ada orang miskin dan ada orang kaya, mengapa sebagian orang suka berbohong bahkan disaat2 yg sebenarnya mereka bisa jujur, saya juga sering bertanya” apasih kriteria seseorang bisa disebut manis atau ganteng bukankah semua orang itu sama saja selama mereka anggota tubuh mereka lengkap dan tidak cacat, bahkan saya tidak bisa menyebutkan dimana letak manis dan gantengnya para artis, saya lihat mereka sama saja dg orang-orang yang saya temui sehari.

Di lain waktu kadang saya juga terpikir bagaimana manusia bisa terlahir ke dunia dan pernah debat dg kawan saya ttg masalah ini sewaktu kelas 5 SD, setelah saya masuk Tsanawiyah dan belajar biologi baru saya sadar klo pendapat teman saya itu benar dan pendapat saya salah. (terima kasih guru biologi tercinta alm bu Sumiarti yg telah memberi saya byk pengetahuan baru, semoga Allah melapangkan kuburanmu. Amin) dan banyak lagi pertanyaan yg menyesak.

Tidak ada jawaban untuk kebanyakan dari pertanyaan saya dan tidak ada yang mau menghabiskan waktunya dengan sia2 untuk menjelaskannya. Semua sibuk bekerja banting tulang dan pertanyaan saja dianggap tidak berbobot. 

Satu-satunya yg membuat saya tidak berontak dg penerimaan yg seperti itu adalah karena saya bisa masuk dg bebas ke dalam alam khayal, alam super luas tanpa batas. Saya sering melarikan pertanyaan2 kealam khayal…menghayal dalam sepi. Saya menemui keindahan dalam kesunyian.

Dengan berbasiskan dua keadaan di atas maka saya bisa hidup dengan aman tentram dan tetap sunyi. Hukum kausalitas memang benar “ kesunyian hanya membawa kepada kesunyian dan kekosongan pasti bermuara juga kepada kekosongan. Ketika awal menginjak kelas 6 diniyah (2007) saya merasa seperti nol besar, kosong hampa. Saya harus melakukan sesuatu…jreng jreng jreng otak saya mulai berputar.

Saya mulai sering datang ke pustaka bg hatta, meminjam buku secara berkala. Yo i mengapa saya tidak bertanya kepada orang2 besar kaliber internasional, otak saya terlalu kecil untuk bisa diandalkan. 

Saya mulai menggaris target untuk saya simpan dibalik setiap buku yg saya pinjam. Tahun ini saya ingin melakukan sesuatu yg berbeda.  

Walhasil setelah beberapa bulan langganan dengan pustaka saya menggebu ingin mencoba untuk membuktikan kebenaran ide-ide yg ditulis oleh para penulis  dunia, saya memutuskan untuk membuktikan ilmu2 itu dg bergabung dg MLM (multilevel marketing) itu perubahan yang pertama, untuk sukses kita harus keluar dari zona nyaman, membuat tantangan2 yg sulit, berani ditolak, berani gagal, pokoknya banyak sekali sisi2 positif yg bisa ditemukan dalam MLM.

Di lain waktu mulai ada keinginan untuk tahu ttg bagaimana rasanya jatuh cinta, buku2 yang saya baca mengatakan bahwa ketertarikan kepada lawan jenis adalah satu diantara tanda2 mulai remaja, dan cinta itu seperti magnet, dia akan saling tarik menarik klo seandainya bertemu dg frekuensi yg pas, ayo ungkapkan perasaanmu, orang yg kamu sukai sebenarnya sedang nunggu kamu yang aktif duluan, yang ngungkapin perasaan, perempuan sifatnya pasif, dia lebih suka menunggu, kemudian penulis menuliskan testimoni kisah-kisah yg menguatkan statementnya itu, Waktu itu saya sangat percaya sekali, sanggggggat percaya dg buku motivasi yg saya baca, dan cap “best seller” adalah jaminan mutu menurut saya. Yes! Saya dapat ilmu baru lagi.

Jatuh cinta adalah hal terbesar dari tanda2 remaja yg  menurut saya sangat penting. Karena semenjak SD sampai akhirnya saya kenal dengan pustaka saya memang asik memikirkan asal muasal jatuh cinta, belum terpikir ttg cinta itu sendiri sih karena waktu itu umur saya masih kecil. Hy mukaddimah saja.

Pertanyaan yang sdh ada smnjak SD sampai saya mulai rajin ke pustaka  “apa kriteria cantik atau ganteng ataukah semua itu relative saja tidak ada orang yg benar2 cantik atau ganteng” kalau seandainya bisa dinilai maka saya berada dalam posisi apa, ganteng atau sedang atau kurang dan bagaimana dengan teman2 dilokal apakah mereka bisa juga dikelompok2an kepada cantik, biasa dan kurang. 

eksperimen dimulai lagi dan saya mulai melirik sekeliling siapa yg seharus nya saya sukai dan apa alasan...bersambung.

4 Desember 2014

Dengarkanlah Sayang

Wahai orang yang meyakini bahwa hari perpisahan itu pasti datang, buatlah rencana dari sekarang untuk menyambutnya, dengarkanlah ucapanku ini dari sudut pandang orang yang benar-benar paham apa yang akan terjadi, sebelum hakim marah dan hakim pada hari itu adalah tuhan Allah.

Hari yang membuat anak-anak kecil pada ubanan, gunung-gunung pada berbenturan, semua bencana bermunculan.

Hari dimana semua anggota tubuh bisa bicara dan memberi kesaksian, semua minta ampun dan melahirkan penyesalan namun "lihatlah balasan untuk kalian!" Ucapan yang menambah rasa sukar dan penyesalan.

Hari dipancangkan jembatan sirath, ditambatkan timbangan amal, dibagikan catatan kehidupan, kejelekan dibeberkan dihadapan masa, orang taat beruntung dan yang nakal murung, betapa banyak orang kaya yang malah menjadi orang yang paling butuh akan bantuan amal. Semua mata basah oleh penyesalan

Ya seandainya kamu belum bisa membayangkan, mari dengarkan sabda nabi dari riwayat atabah bin ubaid" kalau seandainya seorang diikat kakinya lalu ditarik sepanjang jalan, dia terus seperti itu sepanjang hidupnya, dari kecil sampai jadi kakek-kakek, maka penderitaannya itu belum seberapa dibanding dengan keadaan hari kiamat."

Wahai sayang, betapa banyak penderitaan hari kiamat yang sering di kabarkan oleh nabi, tapi seolah berita itu lewat saja seolah hanya ditujukan kepada selain kita. Kita sering ditulikan oleh amalan kita.

Wahai sayang, apakah ada yang bisa menghalangi kita dari azab tuhan? gunung dan besi saja hancur lebur dibuatnya.

Kulihat kau sibuk dengan trend dan selalu memikirkan image dan image saja padahal uban sudah mulai datang dan nikmat tuhanmu semakin hari makin berkurang satu satu. Dan seolah kamu melihatnya makin bertambah.

Tapi coba Lihatlah gigimu, apakah dia masih seutuh dulu, peganglah lututmu yang sering ngilu itu, ingatlah penyakit dan keluhanmu.

Sayang…kembali lah kepadaNYA, jangan pernah percaya dengan buaian zaman, cukuplah kejadian kejadian yang kita lihat dan dengar sebagai bukti.


Semua menangis dan menghiba ketika ditinggal mati teman dan sanak famili. Dan kita juga butuh menangisi diri sendiri sebelum ditangisi.

31 Oktober 2014

Jejak Kehidupan



Tulislah semua yang anda pikirkan, jangan hanya anda tulis dalam ingatan… nanti lupa ^.^ Tuliskanlah secara nyata.

Suatu hari nanti anda akan bingung sendiri, bagaimana  anda bisa menuliskannya, semua rasa itu akan hadir, semua memori lama akan muncul kemudian anda tersenyum..unik.

Jejak-jejak kehidupan…tentang ibu tentang bapa, tentang abang dan adik-adik, tentang indahnya rasa saling memahami, toleran, tanpa ada kekerasan kecuali sekali atau dua kali saja.

Cinta ibu kepada kita, perjuangan bapa yang belum sempat terbalas, kasih sayang abang yang ikhlas.

Hmm ternyata saya dulu gagah juga, berprestasi dan baik.. sayang saya tidak terlalu pintar untuk menyadarinya semejak dini.

Saya tidak terlalu percaya dengan ucapan ibu "anak gagah ibu sudah pulang…", saya pikir itu hanya pujian lumrah dari semua  ibu kepada anak mereka.

Saya tidak terlalu percaya kalau saya pintar, walaupun saya masuk 3 besar pas kelas 5, 6 SD, saya pikir itu hanya kebetulan. Saya kan bukan siapa siapa masak dibilang orang pintar (tawadhu sekali atau pasnya tidak percaya diri, selalu saja merasa belum pantas).

Anak baik hmm... sebenarnya bukan baik, tapi memang saya gak berani berbuat macam-macam, atmosfir  lingkungan keluarga yang membuat saya seperti ini, saya tidak pernah dimarahin di rumah bagaimana mungkin saya bisa tahu bagaimana caranya marah, ibu saya sangat penyabar, mau gak mau saya seperti tersihir dengan sifat ibu, saya pernah nanya" bu, kalau seandainya saya dijahilin, ibu akan omel-omelin ibu mereka itu yang gak mendidik anaknya dengan baik?", "tergantung"kata ibu, kalau tidak parah ya gak usah dibesar-besarkan, tapi kalau kamu dipukuli, pulang berdarah-darah, maka ibu mana yang gak akan membela anaknya, bapakmu juga pasi akan membawa golok ke sana."

"jangan bu, jangan!" saya jadi takut sendiri membayangkan kalau saya bermasalah.  

Ibu sosoknya adem, saya tidak pernah melihat beliau bermasalah dengan tetangga, malah beliau tempat curhat,,ada ada tiap hari tetangga yang datang curhat, gak tahu curhat atau gunjing…beda tipis sih..hehe.

Lingkungan keluarga saya agamis, walaupun bukan alumnus pondok atau kaum terdidik, saya juga heran mengapa bisa, padahal mereka hanya belajar agama setahun sekali, dari ceramah-ceramah yang disampai setelah sholat tarawih pada bulan ramadan.

Hidayah allah memang diberikan kepada siapa saja yang dia kehendaki. Saya tidak pernah melihat mereka meninggalkan sholat atau puasa, abang-abang saya juga lumayan memperhatikan agama, salut…mungkin salat mereka lebih khusu' dari saya.

Lahir dalam nuansa seperti ini mana mungkin saya bisa macam-macam, saya hanya butuh keluarga, selebihnya terjadilah apa yang akan terjadi (pikiran saya waktu itu…egois sekali ya, pasti semua yang pernah SD dengan saya, bisa melupakan saya dengan cepat :( . )

Marhalah tsanawiyah/smp, setelah saya tidak percaya bahwa saya memang gagah, pintar dan baik, pada fase ini saya sirna entah kemana, saya bahkan tidak tahu dengan diri saya sendiri, saya harus mengidolakan siapa? Saya harus merasa apa?.

Saya tidak tahu apa-apa dan juga bingung mau konsultasi sama siapa,"sekedar ingin mengatakan kepadanya bahwa saya seperti melayang-layang karena tidak punya beban apa-apa"

Tahap inilah yang kemudian saya rasa namanya "awal masa puber", ketika saya mulai mencari jati diri, ingin diakui, ingin bisa menghasilkan sesuatu gihu, ingin tahu mengapa nama saya kata orang banyak dipakai oleh pr dan semua yang berawal dari kata ingin.

Saya juga sering bertanya kenormalan saya, mengapa saya belum juga suka suka sama perempuan, padahal saya kan pengen tahu rasanya gimana.

Jangankan suka, membedakan cewek cantik dan yang bukan saja saya tidak tahu, saya lihat semua orang sama saja. Saya mempunyai  2 orang kakak perempuan dan 3 kakak lelaki, karena saya tahu  tidak definisi cantik maka saya selalu bandingkan orang yang saya lihat dengan keluarga saya, semua sama, sama-sama pakai mulut, mata dan sama saja.  Genaralisir ini membuat saya susah menentukan siapa yang harus saya sukai dan idam-idamkan.

Teman-teman sering mengunjingkan guru muda yang seksi (kata sebagian teman sih memang spt itu), sebut saja bu A, guru fisika kami sewaktu kelas satu, setiap guru itu berjalan keluar kelas pasti gerakannya selalu diawasi oleh mata-mata liar sebagian teman.

Bu A itu manis katanya, bodinya kayak gelas kimia, langsing dan pinggulnya besar (sori bahasanya vulgar), dengar ucapan itu saya mengambil kesimpulan mungkin itulah arti cantik, namun saya biasa-biasa saja dengan bu guru, saya merasa bu A memang baik sama saya (mungkin karena saya juara kelas kali ya dan dia wali kelas, pantas kalau dia perhatian dengan murid-muridnya apalagi yang juara dan tidak bandel seperti saya hehehe), dia pernah bela in saya saat lagi di marah-marahin sama bu E, guru yang merangkap kabid kesiswaan, saya ingat waktu itu saya diinterogasi bu E "ngapain teman-temannya yang meribut gak ditegur, kamu kan ketua lokal, kamu gak bisa diam-diam aja bla bla bla...",lalu bu A membela saya, yang mana dia memang satu ruangan dengan kabid kesiswaan " bu E, murid memiliki karakter yg berbeda, si N ini (sambil menyebut nama saya) sambil senyum kepada saya, adalah seperti bunyi pepatah "biarkan anjing mengonggong kafilah tetap berlalu",

Apa lagi yang diomongin bu A ini, saya gak paham hubungan dg masalah saya, tapi yang saya tahu saya senang karena dia baik dan peduli" , namun demikian saya merasa biasa saja dengan bu A, saya tidak mengatakan seperti yang dikatakan oleh teman-teman bahwa dia cantik dan seksi, menurut saya hampir setiap yang perempuan yang saya temui itu sama menariknya, selama tidak aneh-aneh seperti gigi tongol kedepan, atau terlalu pendek, bau badan menyengat, atau full agresif seperti kacang direbus satu.

 Dalam arti kata, selama mereka normal mereka menarik. Sedangkan masalah tinggi, harus putih, kulit lembut, harus langsing atau apalah, serius... waktu sekolah dulu saya tidak tahu apa-apa tentang itu dan saya sering bertanya''mengapa itu dijadikan standar kecantikan?" mereka yang termakan oleh media  ataukah psikologi saya tumbuh agak lambat?.

Sekarang masuk kelas 2 mts, masa ketika saya harus bertemu anak baru dari lokal sebelah, ya sewaktu kelas 1 kami 2 lokal, ketika naik kelas 2, anak dua lokal tadi digabung dengan kami menjadi satu lokal, yach… harus bersaing dengan anak juara kelas, seorang cewek, haruskah saya mengalah?cewek juga biasanya lebih rajin daripada cowok, anak-anak dari lokal baru itu ada yg baik-baik kabarnya, tidak peribut seperti lokal kami, dan mereka juga banyak yang pintar, dan saya lebih banyak tahu tentang diri saya sendiri setelah lokal kami digabung seperti ini. Saya banyak belajar

Misalkan…. Bersambung sampai batas yang tidak ditentukan.




30 Oktober 2014

Senang


Alhamdulillah saya senang sekali dengan ujian daur tsani yang berakhir kemaren, rabu 29 okt, insya allah dan semoga hasilnya tidak akan mengecewakan. GO...

Saya senang hidup seperti ini, menjalankan sesuatu tanpa beban. keluarga memberikan kebebasan yang bertanggung jawab "belajarlah selama kamu masih sanggup, kembalilah kepada kami dengan yang terbaik", lingkungan bagus dan harapan selalu ada. so apalagi...segala puji untukNYA




8 Oktober 2014

Samar


Kisah itu
Kisah cinta yang samar
Aku tak pernah tahu, mulai kapan aku suka
Kapan?

Gara-gara secarik kertas
Aku selalu berhutang
Walau dia tak kan pernah menagihnya

Kuserahkan semua pada takdir
Tak kan pernah kunyatakan
Semua yang kurasakan

Kuserahkan semua pada takdir
Biarkan cintaku samar
Terpatri diam di dada




Master ibu...


Ibu selalu menjadi motivasi bagiku
Tak masalah sejauh apapun itu
Ibu akan selalu dekat dalam hatiku


4 tahun aku selesai kuliyah
Sarjana gelarku
4 tahun  aku akan selesaikan master
Semua hanya demi ibu
Saya ingin dia bangga
Ooh … anakku dihargai oleh orang

Ibu … bersabarlah
gelar master itu sudah dekat
Ibu… jangan risau
Pengorbananmu tak sia-sia
Ibu…ibu … ibu
Usap air mata itu
Tersenyumlah untukku


Aku Selalu Rindu


Biar saja kamu lupa
Cinta memang spt itu
Aku akan selalu ingat

Semoga kamu sehat
Semoga kamu selamat
Semoga kamu semangat

Selama kamu ceria
Aku rela
Aku akan biarkan kamu lepas
Walaupun
Aku akan selalu rindu


22 Juni 2013

pesan singkat

Kita harus ingat "dari mana kita datang dan kemana kita akan pulang" pesan ini seolah olah memberi peringatan untuk selalu ingat dengan ajaran- ajaran agama, kita berasal dari allah dan akan kembali kepadanya suatu saat nanti dan mempertanggung jawabkan semua yang kita lakukan selama hidup disini. ini adalah pandangan orang agamawan.

orang orang yang ingin melupakan agama mempunyai slogan lain "saya tidak tahu dari mana saya datang namun kenyataannya saya ada dan saya melihat jalanan terhampar kemudian saya menyusurinya," unik juga, pikiran seperti ini seolah melegasisasi semua perbuatan, selama itu baik secara kemanusiaan, tidak ada agama-agamaan, saya hanya ingin kaya dan hidup senang seperti orang lain, saya akan terus bekerja dan bekerja , saya terus berjalan dan berjalan, terserah dimanapun saya akan sampai pada akhirnya.

10 Juni 2013

Sudahlah... kamu belajar saja Sayang, tak usah pikirkan Cewek dulu

Kalimat itu begitu manis dan indah. kalimat motivasi yang beberapa hari ini sering singgah ketelinga saya tanpa diminta dan saya juga tidak tahu sebabnya apa. padahal kalau dilihat zhahir maka kalimat itu kurang berasalan kalau ditujukan kepada saya, saya tak pernah curhat masalah pacar kepada mereka, tak pernah cerita tentang wanita kawan2 saya di madrasah dulu ataupun kawan2 setelah saya tamat MA,,,

minggu kemaren ketika saya baru2 nginap di rumah ini, saya mendapat nasehat dari seorang ibu paro baya yang sudah saya anggap orang tua sendiri "tamaik-tamaikan lah sakola dulu, sudahtu baru pikian anak urang" "iya bu", jawab saya, mengapa ya,,apa dia bisa membaca pikiran saya, ataukah karena dia pernah muda dan tau sebenarnya seperti apa persisnya jiwa saya tapi yang jelas dia juga punya anak laki yang 2 tahun dibawah saya tapi sudah minta2 nikah...saya bersyukur apapun alasannya menasehati saya, yang jelas saya sedikit lebih kuat dengan nasehat itu.

tadi malam ,minggu 09 juni 2013, seorang mahasiswa senior juga singgah ke rumah tempat saya menumpang sementara, ya kota ini memang begitu rame kalau masa masa ujian, karena semua berdatangan dari semua penjuru demi bisa mengikuti ujian dengan maksimal. begitu juga saya, saya juga baru beberapa minggu tinggal dirumah ini,,,,demi ujian.
tadi malam mahasiswa itu juga memberi motivasi cuma cuma kepada saya, ndi dengarin ane bicara nich,,antum tu jangan mikirin siapa-siapa dulu ya. belajar, belajar dan belajar saja, kalau masalah cewek mah bisa belakangan, ane aja nih, dulu ga' pernah mikirin siapa2 tapi pas pulang kemaren ke indonesia, langsung ada aja yang mau nikah sama ane... trus dia cerita tentang perjanan cintanya ketika baru pulang,,katanya .ada 5 orang yang suka sama dia, ada yang anak orang kaya, ada yang bapaknya kerja di perhotelan, ada kerja di bank,ada yang guru,ada yang baru tamat kuliyah,trus trus dan trus dan bagaimana akhirnya dia memilih yang biasa2 aja..

saya tidak tahu, saya memang tidak ingin pacaran atau pun membina hubungan khusus dengan siapa saja tetapi saya juga lemah, sering kali saya kepikiran mengapa wanita dilahirkan dengan begitu cantik, apalagi godaan di sini jauh lebih berat dibandingkan dengan orang negri kita, karena semua yang ada disini, cantik, putih, dan mulai2 terpengaruh, mereka sedikit kebarat2an,,walaupun berjilbab tapi tetap saja pakaiannya,,,,awh tak usah dilanjutkan y..

tidak usah memikirkan cewek,,,manis sekali kalimat itu, saya ingin sekali mentururi nasehat si ibu dan si abang itu karena saya rasa nasehat mereka sejalan dengan ajaran agama yang saya pahami,,dan toh
saya tidak pernah melihat ustad pacaran, orang saleh pacaran, orang hafiz dan orang hafizah pacaran,, semua   yang pacaran hanya mereka yang tidak belajar agama atau pura pura tidak tau dengan ajaran agama yang selalu menutup jalan menuju dosa...
saya hanya mencoba,semoga saya selalu bisa membawa diri kepada ajaran agama dan mendapatkan husnul khatimah

8 Juni 2013

aku dan cita citaku menjadi ULAMA

SERIUS
yang jelas ada rasa malu kalau tidur siang trus diliatin oleh tamu yang baru datang dari indonesia, yang datang adalah orang yang sekolahnya biasa-biasa saja tapi terbiasa hidup keras, berjuang mencari nafkah,,,coba bayangkan apa kalimat yang keluar saat tamu agung ini melihat kita tidur-tiduran "yuang lalok kalalok juo lai, lah parang orang sakuliliang angku lamak-lamak bakaruah..saya rasa kalimat orang itu anggaplah orang tua saya karena dia sebaya dengan orang tua saya dan juga menganggap saya sebagai anaknya,,saya rasa kalimat orang itu adalah penjelmaan kalimat saya empat tahun silam tatkala pertama kali saya menginjakkan kaki dibumi pelajar ini,,saya juga trauma melihat kehidupan yang tidak sama dengan yang saya hayalkan dulu semasa masih aliyah/sma.. lambat laun saya pun susah membedakan antara istirahat dan malas-malasan.

terima mama, kehadiranmu disini mengingatkan daku akan amanah yang dulu aku pikul, sebenarnya sampai sekarang masih iya sih..aku sedikit mendapat angin segar, ya minimal aku malu kalau tidur2an di siang hari..
belajar, belajar dan belajarlah yang harus aku lakukan karena aku kan inginnya pengen jadi ulama, pulang dengan membawa banyak ilmu. kalau aku tetap seperti yang kemaren amak cita-citaku hanya akan tinggal kenangan ...iya sih aku akui bahwa keadaan memang tidak sedang berpihak padaku, daerah ini tempat aku tinggal sekarang, daerah ini dulunya adalah sarang sarang kritikus, sarang-sarang kegiatan diskusi, peraih penghargaan indeks kelulusan tertinggi dikota ini, juga dalam olahraga sering mendapat penghargaan,,tapi itu dulu,,,tatkala aku datang ke tempat ini prestasi tempat ini mulai mengalami penurunan dan penurunan apalagi setelah mahasiswa asing baru dilarang belajar disini, aku adalah periode mahasiswa aing terakhir yang mendapat kehormatan untuk menikmati indahnya belajar disini,,,setelah masaku, tak ada lagi mahasiswa yang dibolehkan datang ke kampus sini..

pelarangan ini membawa dampak negatif dalam dinamika mahasiswa, terhalangnya bibit2 unggul masuk sedangkan satu persatu senior sudah meninggalkan tempat ini tinggal lah kami sisa sisa mahasiswa kurang kasi sayang,,awalnya sih kami mengeliat,,namun situasi kritis..

sekarang kawan2 banyak yang sudah tidak pokus belajar, banyak yang sudah jadi pebisnis, cari duit,,inilah lah memberi imbas kepada belajar ku,,aku lemas..aku capek,,aku juga ingin seperti mereka,,cari duit,,,
ada beberapa hal lagi yang membuat aku malas,,tapi cukup lah.,,tak usah diperpanjang,,,aku hanya ingin menulis apa yang aku rasakan , tentang aku buka tentang mereka.didalam pandangan batinku sebenarnya masih ada cikal2 berbakat yang bisa membuat aku semangat,,
semangat semangat adalah kalimat ringan yang manis tapi pahit untuk dilakukan, leas, ngantuk,bosan ternyata lebih besar dan lebih menguasaiku..aku terasa bodoh dengan kisah-kisah konyol yang membuat aku sendiri malu untuk mengakuinya,,,aku tau apa aku lakukan itu salah tapi tetap saja aku masih kalah dengan permasalah ngantuk...padahal label ulama tidak didapat dengan titel...apa pengaruhnya titel kalau tatahidup masih kacau,,,aku  berdoa ,,semoga aku sadar dengan sebenar sadar dan mengubah langkah ku kejalan para ulama yang tidask pernah lelah dalam mencari ilmu dan berjuang mencari rido ilahi

6 Juni 2013

Aku pendiam, Bagaimana mungkin aku bisa bilang "ayah, ibu aku sayang kamu"

Keluarga adalah item penting dalam hidup seorang anak, semakin dia jauh semakin dia rindu dengan dengan ibu, bapak dan saudara, semakin dia jauh semakin dia sadar arti kekeluargaan, tapi dia harus mulai dari mana.
sebagai anak pendiam misalkan, ada sekat rasanya untuk bilang ' mama i love you, papa aku sayang kamu' .karena memang selama ini ketika masih hidup satu rumah tak pernah bilang macam tu, semua perasaan sayang cukup tercurah dengan raut wajah, tindak tanduk, ketaatan, walaupun tak pernah sekalipun bilang sayang tapi saya yakin mereka tau kalau aku sayang dia.
sekarang aku tinggal jauh dari mereka, kalau mereka tinggal di Minang maka aku tinggal di Sarqeeya, entah berapa ratus pulau yang memisahkan kami..dengan kejauhan seperti ini masih mampukah cinta sampai tanpa bantuan suara dan kata-kata manis. aku jawb "tidak"
awalnya mungkin mereka akan masih menyangka anaknya seperti biasa, tapi lama kelamaan mereka mungkin akan mulai ragu, tidak karena apa apa hanya saja risau angin dan sengatan matahari yang membuat mereka merasa"mungkin kah anak masih seperti yang dulu, ataukah tempat barunya telah menukar kepribadiannya,,,masih anakku ingat kepadaku...owh anankku"
mama, mengapa lidah ini begitu kelu tuk sampai kan kata kata sayang padamu, seandainya kau bisa membaca apa yang ada dihatiku tentu kau akan menjadi arangtua paling bahagia sejagad,,
sayang aku hanya bisa berdoa untuk mu, ayah ibu, aku hanya bisa menjadi kan "sayang kepada ayah ibu sebagai syarat untuk calon jodoh ku nanti, ya nanti kalau aku tamat kuliyah dan punya kerja.
ayah ibu cobalah mengerti daku. kalau saja aku bisa mengucap semua yang kurasa dan kupikir, kalau saja saya bisa merangkai jalan hidupku tuk ku ceritakan ulang didepan mu, kalau saja aku bisa bilang mama "i love you" maka aku tidak akan lagi merasa "aku pendiam" 

4 Juni 2012

Mengobati Rasa Malas


Perlu di ketahui bahwa rasa malas adalah penyakit yang tidak ada obatnya kecuali orang tersebut mau merubahnya sendiri, caranya yaitu dengan dilawan alias di paksa, ( ni jenis pemaksaan yang dibolehkan) karena kalau tidak di paksa sampai kapanpun kita tetap malas.

Rasa malas itu biasanya timbul rasa trauma atau shock melihat beratnya pekerjaan atau tugas yang ada didepan kita. Nah kalau yang ini saya pengalaman nich, baru kemaren, pas ujian tafsir, minggu 3 juni 2012 saya shock melihat buku tafsir maudui yang menurut saya materi terberat dalam mata kuliyah saya, bukan apa apa sih, tafsir  itu biasa-biasa aja kalau di tampilkan dengan dalam bahasa yang mudah dipahami atau  keterikatan antar paragrafnya kuat. 

Namun kali ini dosen saya yang tamatan barat itu menyusun muqarrar dengan gaya berbeda, dia banyak  melakukan muqaranah atau perbandingan antara satu tafsir dengan yang lainnya, dia merinci satu permasalahan sehingga kita menyangka dia telah membuah sebuah pembahasan baru dalam satu sub bahasan, terus bukunya juga kumpulan dari 3 buku yang di press menjadi satu.

Jujur saja muqarrar pernah saya lempar beberapa ke belakang pintu, marah kenapa mukarrar duktur berat sekali,,,
Terus mengapa saya malas, malah ketika besoknya mau ujian , saya baru selesai baca sebagian yang penting-penting saja,,duktur maafkan saya,,saya jadi rasa bersalah melempar-lempar karangan duktur padahal isinya sangat padat dengan ilmu.

Malas juga bisa timbul  karena kurang bergerak atau kurangnya oksigen, biasanya ini terjadi sore-sore hari,  pada saat ini udara sudah tercemar, karbon sudah lebih banyak dari pada oksigen,, makanya salah satu waktu yang baik untuk belajar atau sesuatu yang membutuhkan kosentrasi saat bagus kalau dilakukan pagi hari ( versi saya ) sedangkan sore hari bagus di gunakan untuk kegiatan yang lebih banyak menuntuk gerak atau digunakan untuk baca novel, ngeblog, nulis, nonton karena menurut saya waktu sore otak kiri susah di ajak kompromi , dan otak kanan sering mengambil kendali  di saat saat seperti ini.

Untuk mengatasi kekurangan oksigen kita bisa sesekali berdiri, atau berjalan2 ke balkon rumah mengambil asupan udara lebih banyak sambil menghilangkan virus-virus kebosanan.
 Satu alasan paling urgen mengapa kita tidak boleh malas-malasan adalah lama lama malas kalau  dibiarkan bisa menjadi kebiasaan dan kalau sudah begini tamatlah riwayat kita.

Oleh karena itu saya rasa penting bagi kita untuk mengingat ingat beberapa point di bawah ini.
  • stop malas! karena ketika kita mulai bermalas-malasan ditakutkan sifat malas  akan menjadi kebiasaan,so sebelum terjadi kita tutup pintunya rapat-rapat oke.

  • Lakukan hal-hal  yang menarik mungkin bisa dengan menulis di blog misalnya,atau menghafal surat-surat pendek atau rumus-rumus dalam waktu yang di tentukan, melakukan hal-hal kecil bisa menghilangkan rasa jenuh..


  • buka mata,buka telinga mari kita lihat dan dengar di sekeliling ,kita pelajari dan kita ambil hikmahnya,bukankah belajar tak hanya di sekolah?

  • lakukan ibadah sunah selain ibadah wajib tetap jalan ibadah sunah juga jangan sampai lewat,malam-malam kebangun dari pada buka facebook mending tahajud. Hehhe


  • waktu ibarat pedang tekankan ini dalam prinsip kita,agar kita tak pernah membuang waktu dengan percuma, betapa pun kita malas , kita harus tetap mengambil manfaat dari waktu2 yang terlewatkan…dan   karena ketika kita dapat mensiasati waktu dengan baik maka waktu tersebut akan menjadi senjata kita,

     So tetap semangat !!.
http://ngarubiru.wordpress.com/diambil dengan perobahan.