9 Mei 2012

tersenyumlah, buanglah jauh-jauh kesedihan dan rasa galau mu


Sebuah penelitian dilakukan oleh pakar EFT (Emotional Freedom Tehnique)  Dr. Felicy.Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan  kondisi darah manusia ketika sedang normal, saat lagi sedih, gembira, jatuh cinta dan juga ketika berdoa berdoa. EFT tersebut mengambil sampel darah seorang pasien (Rebecca) kemudian memotretnya dengan menggunakan “darkfield microscope” yang dihubungkan dengan monitor komputer. Dan tampaklah perubahan drastis pada darah Rebecca tersebut setiap kali emosinya berubah. Berikut ini adalah foto darah seorang Rebecca sebelum dan sesudah melakukan EFT.


Sebelum melakukan EFT
( sel darah merah menggumpal disebabkan oleh Lectin yang didapat dari alergi ayam & alpukat )
Sesudah melakukan EFT
( sel darah merah menjadi normal kembali )

Kemudian Rebecca melakukan tes lagi dan mengundang emosi “sedih” dengan cara memikirkan saat-saat sedih sampai dia menangis, lalu sang pakar EFT ( Dr. Felicy) mengambil sampel darahnya lagi. Hasilnya seperti gambar berikut
  

Kondisi darah saat sedih , sel darah begerak cepat dan berbentuk air mata


Lalu Rebecca melakukan tes lagi setelah menghadirkan  energi “cinta” dan mengenang masa masa indahnya. Dan seketika darahnya kembali normal, dan sel-sel darah bergerak dengan indah dan timbul substansi yang berkilauan dalam cairan darah.


Kondisi darah saat merasakan cinta :
( sel darah bergerak pelan dan cenderung berkumpul )

Kemudian Rebecca memikirkan kejadian-kejadian menakutkan dan trauma yang pernah dialaminya. Dan seketika juga sel-sel dalam darahnya bergerak dengan tidak beraturan dan sangat cepat akibat dari produksi adrenalin yang meningkat. Adrenalin meningkat saat seseorang merasakan ketakutan

Kondisi darah saat merasa takut

Dan Rebecca juga mencoba untuk memikirkan “sifat kasih-sayang  Tuhan”. Tuhan maha penyayang, maha penyantun dan pemelihara. Dan kemudian memohon kepada-Nya agar dikasihi dan di sayangi, mohon agar selalu dijaga oleh-Nya. Saat berdoa tersebut, Rebecca merasakan kenyamanan dan mengatakan “saya merasakan gelombang energi yang begitu besarnya menyelimuti diri saya, saya sampai menangis bahagia karenanya"

Saat sampel darah Rebecca diambil setelah berdoa dan merasakan pengalaman religius itu, kemudian dilihatkan dibawah mikroskop yang dihubungkan dengan komputer, semua yang hadir dilaboratorium itu seketika terdiam dan terpana karena melihat komdisi darah yang sama sekali berbeda dengan yang lain, cairah darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Di dalam sel darah terdapat substansi yang bercahaya dan berdenyut seperti denyutan jantung mini.

Kondisi darah saat “berdo’a”
(timbul substansi putih berkilauan dan darah bergerak pelan dan sangat teratur)


nb: semoga kita sadar bahwa emosi kita berkaitan erat dengan darah  kita sendiri, jauhi marah-marah, jangan suka murung-murung ga' jelas  dan jangan pelit untuk ber-DOA, berdoa lah setiap saat dan setiap kesempatan dan mari mencoba untuk selalu trersenyum. Smile ! ! ^.^
SUMBER


1 Mei 2012

GILA, obsesi yang tertunda



Gila itu tidak bertanggung jawab, melakukan tanpa melihat apa nanti akibat dari perbuatannya, orang gila tidak pernah memikir dirinya sendiri apalagi memikirkan orang lain.
Ada ga’ ya  normal tapi gila? Kalo kita masukin ke definisi di atas maka mungkin  ½ penduduk bumi sudah bisa dibilang gila semua ,,hah masak?!.
Sebenarnya banyak diantara kita yang sudah terjangkiti gila, Cuma kita jarang menyadari saja, coba lihat , tuh ada yang gila kekuasaan, ada yang gila belajar, ada yang gila pacaran, ada yang gila bola, ada yang gila seni, mereka para orang orang itu tidak pernah memikirkan dirinya sendiri  sampai sakit sekalipun akan tidak terasa selama mereka bersama hal yang di gilai, mereka tidak pernah kompromi bagaimana dengan orang lain, bagaimana akan memikirkan orang lain, diri sendiri aja sering terabaikan?!!

Gila,,,itulah sebenarnya dunia kita sehari-hari, disini gila, disana gila dan mungkin kita sendiri juga terkena virus gila hehe.
Lalu kita bertanya, gila itu positif ataukah dia sebuah energi negatif yang akan menghancurkan kita . gila itu positif atau negatif ya?
Klo menurut pendapat saya pribadi, gila itu bisa saja bernilai positif kalau kita menggilai hal-hal positif , dan saya memang sangat pengen memperoleh gelar istimewa ini, saya ingin dikenal sebagai orang “Gila” . gila apa dulu ? hehe
Saya ingin gila belajar, titik ga’ pake kemana mana lagi, itu saja. Saya ga’ ingin gila makan, engga’. Gila dunia,,engga’. Saya ga’ ingin. Saya hanya ingin gila belajar, cukup satu ni saja, gak usah yang lain.

Gila yang negatif ada? Ada, malah ini sangat mudah ditemukan karena saking membludaknya. Dah sekarang mari kita sorot  gila yang positif aja ok. Ok aja y..seep.
Pertanyaan selanjutnya,
Bagaimana supaya bisa gila?
Hal yang paling menonjol dalam diri seorang gila adalah blak-blakan, hilang rasa malu, fokus pada keinginan tanpa terganggu oleh asumsi-asumsi, kadang malah lupa diri, lupa makan, lupa tidur dan mungkin juga sudah melupakan kalimat “lupa” ,pokoknya…pokoknya…, hanya itu saja kalimat yang dia pahami dengan baik..
Banyak orang  bertanya sambil nyengir, mang seposif itu orang gila, ga’ deh, kayaknya kamu kamu salah?! . “iya” jawabku, itu lah sisi sisi positif yang terlihat olehku. Orang gila adalah tokoh yang patut ditiru dalam hal kePEDEan dan kepositifan, dan memang disana ada hal-hal negatif namun cukuplah kita ambil yang baik-baiknya saja , kita pilah pilih dan kita selaraskan dengan tujuan kita.
Next question, mengapa saya bercita-cita menjadi gila.
Sebabnya ialah karena saya menemukan kelemahan dalam kenormalan, ada malu-malu kucing, malu kalau saya begini nanti gimana kalau dilirik orang, malu kalau nanti kalau salah karena muka saya akan terasa panas dan menjadi merah, malu ,malu dan malu…
Ada rasa bimbang dan ragu ragu berdalih kemaslahatan, padahal orang gila kan tidak kenal kalimat ini, orang gila senang berjuang, tidak bisa menunggu walau sebentar, kalau sudah maunya, pasti akan di perjuangkan.

Klo saya gila, persentasi keberhasilan saya berapa ya?
90%, itu versi saya karena tidak ada yang bisa menghentikan orang gila kecuali militer alias kekuatan yang nyata nyata kuat sedangkan angan-angan dan ketakutan sangatlah jauh
Kedengaran agak konyol ya ide-ide saya tentang gila. Tapi saya yakin ‘Gila’ adalah sebuah solusi jitu kalau dikelola  dengan perpaduan yang pas dan pemahaman yang benar atau minimal sama dengan yang saya pikirkan.maka pasti tidak akan ada lagi sifat2 skeptis atau mundur duluan sebelum maju.
Ayo ayo siapa yang mau ngikut masuk kategori “orang gila”,,sip deh ntar kamu langsung saya angkat jadi kepala genk nya.

Sip ga’ ,siapapun yang jadi komandan ga’ jadi soal, yang penting orang gila ga’ bakalan bisa dicegah karena dialah yang paling paham tentang dirinya, orang lain boleh komentar2 miring  namun tetap saja tidak ngaruh..duh capek nich  .lagian tulisannya dan glantur sana sini, sedikit acak2an. Tapi mungkin itulah seninya orang gila yang hanya ingin menyampaikan pendapat namun terbatas dalam kemahiran menyusun kata kata  ,,oke..”gila harus diubah menjadi solusi jitu”

Gila itu tidak bertanggung jawab, melakukan tanpa melihat apa nanti akibat dari perbuatannya, orang gila tidak pernah memikir dirinya sendiri apalagi memikirkan orang lain.
Ada ga’ ya  normal tapi gila? Kalo kita masukin ke definisi di atas maka mungkin  ½ penduduk bumi sudah bisa dibilang gila semua ,,hah masak?!.
Sebenarnya banyak diantara kita yang sudah terjangkiti gila, Cuma kita jarang menyadari saja, coba lihat , tuh ada yang gila kekuasaan, ada yang gila belajar, ada yang gila pacaran, ada yang gila bola, ada yang gila seni, mereka para orang orang itu tidak pernah memikirkan dirinya sendiri  sampai sakit sekalipun akan tidak terasa selama mereka bersama hal yang di gilai, mereka tidak pernah kompromi bagaimana dengan orang lain, bagaimana akan memikirkan orang lain, diri sendiri aja sering terabaikan?!!

Gila,,,itulah sebenarnya dunia kita sehari-hari, disini gila, disana gila dan mungkin kita sendiri juga terkena virus gila hehe.
Lalu kita bertanya, gila itu positif ataukah dia sebuah energi negatif yang akan menghancurkan kita . gila itu positif atau negatif ya?
Klo menurut pendapat saya pribadi, gila itu bisa saja bernilai positif kalau kita menggilai hal-hal positif , dan saya memang sangat pengen memperoleh gelar istimewa ini, saya ingin dikenal sebagai orang “Gila” . gila apa dulu ? hehe
Saya ingin gila belajar, titik ga’ pake kemana mana lagi, itu saja. Saya ga’ ingin gila makan, engga’. Gila dunia,,engga’. Saya ga’ ingin. Saya hanya ingin gila belajar, cukup satu ni saja, gak usah yang lain.

Gila yang negatif ada? Ada, malah ini sangat mudah ditemukan karena saking membludaknya. Dah sekarang mari kita sorot  gila yang positif aja ok. Ok aja y..seep.
Pertanyaan selanjutnya,
Bagaimana supaya bisa gila?
Hal yang paling menonjol dalam diri seorang gila adalah blak-blakan, hilang rasa malu, fokus pada keinginan tanpa terganggu oleh asumsi-asumsi, kadang malah lupa diri, lupa makan, lupa tidur dan mungkin juga sudah melupakan kalimat “lupa” ,pokoknya…pokoknya…, hanya itu saja kalimat yang dia pahami dengan baik..
Banyak orang  bertanya sambil nyengir, mang seposif itu orang gila, ga’ deh, kayaknya kamu kamu salah?! . “iya” jawabku, itu lah sisi sisi positif yang terlihat olehku. Orang gila adalah tokoh yang patut ditiru dalam hal kePEDEan dan kepositifan, dan memang disana ada hal-hal negatif namun cukuplah kita ambil yang baik-baiknya saja , kita pilah pilih dan kita selaraskan dengan tujuan kita.
Next question, mengapa saya bercita-cita menjadi gila.
Sebabnya ialah karena saya menemukan kelemahan dalam kenormalan, ada malu-malu kucing, malu kalau saya begini nanti gimana kalau dilirik orang, malu kalau nanti kalau salah karena muka saya akan terasa panas dan menjadi merah, malu ,malu dan malu…
Ada rasa bimbang dan ragu ragu berdalih kemaslahatan, padahal orang gila kan tidak kenal kalimat ini, orang gila senang berjuang, tidak bisa menunggu walau sebentar, kalau sudah maunya, pasti akan di perjuangkan.

Klo saya gila, persentasi keberhasilan saya berapa ya?
90%, itu versi saya karena tidak ada yang bisa menghentikan orang gila kecuali militer alias kekuatan yang nyata nyata kuat sedangkan angan-angan dan ketakutan sangatlah jauh
Kedengaran agak konyol ya ide-ide saya tentang gila. Tapi saya yakin ‘Gila’ adalah sebuah solusi jitu kalau dikelola  dengan perpaduan yang pas dan pemahaman yang benar atau minimal sama dengan yang saya pikirkan.maka pasti tidak akan ada lagi sifat2 skeptis atau mundur duluan sebelum maju.
Ayo ayo siapa yang mau ngikut masuk kategori “orang gila”,,sip deh ntar kamu langsung saya angkat jadi kepala genk nya.

Sip ga’ ,siapapun yang jadi komandan ga’ jadi soal, yang penting orang gila ga’ bakalan bisa dicegah karena dialah yang paling paham tentang dirinya, orang lain boleh komentar2 miring  namun tetap saja tidak ngaruh..duh capek nich  .lagian tulisannya dan glantur sana sini, sedikit acak2an. Tapi mungkin itulah seninya orang gila yang hanya ingin menyampaikan pendapat namun terbatas dalam kemahiran menyusun kata kata  ,,oke..”gila harus diubah menjadi solusi jitu”

3 April 2012

Resah



Resah itu sudah tak berspasi,
lalu mengeja kata-kata menjadi sebuah makna,
menggerus kata dalam dada dan hawa,
menjadikan sebuah nada yang menggugah aliterasi,
resah tak harus bermandikan cucuran kepiluan,
tapi tikam dada,
dan kumpulkan dalam kata-kata yang menjadi do’a,
do’a dalam lamunan,
atau do’a untuk penghapusan,
resah tak harus mematikan aliran kesadaran,
tapi resah harus terus menyalakan sebuah carut marut untuk sebuah penghayatan.
Resah harus bermakna halus,

            Puisi Resah tentunya bukan hanya perkara para makhluk galau yang Cuma bisa ngurusin cari pacar dan bagaimana agar bisa terlihat keren. Dari Resah tersebut sudah sangat jelas dalam bait pertama bahwa resah tak berspasi , bagian dari diri, karena sudah tidak ada jarak, setelah resah menjadi diri, kemudian dia memaknai dirinya, selanjutnya menjadi indah karena menggugah aliterasi.
Bait selanjutnya resah adalah tikam dada yang menjadi doa, baik dalam lamunan atau dalam penghapusan. Di sini resah bermetamorfosis menjadi segumpal doa yang seksi. Selanjutnya pada bait ketiga resah adalah kesadaran untuk menghayati hidup, “resah harus terus menyalakan sebuah carut marut untuk sebuah penghayatan”. Dan pada bait terakhir resah dimaknai dengan sesuatu yang halus.
Tentunya  galau berbeda dengan resah dalam puisi ini. Jika puisi ini berbicara resah, ini bukan perkara resah tidak punya pacar, atau belum bayar hutang. Resah adalah sebuah upaya bagaiamana manusia bisa menghadapi kehidupan tanpa harus terjebak dalam ruang-waktu yang tidak memberi makna. Di sini pembaca diarahkan untuk penyadaran bahwa keresahan harus bermakna  , baik dalam ekspresi syair yang indah, doa yang khusuk, atau kehalusan hidup.
Dalam kebudayaan modern manusia selalu diarahkan pada sebuah dunia di mana ia merasa bermakna jika menjadi sesuatu—bagian kecil—dalam kehidupan. Manusia diarahkan pada medan ruang-waktu yang menyeret ia untuk terlupa akan ke-ada-annya. Manusia larut dalam keseharian yang banal, menjadi makhluk kerumun, tidak ubahnya seperti sekawanan mayat hidup. Modernitas sudah menakar segala hal secara rasional, sehingga semuanya dapat diprediksi dan diantisipasi secara persis. Apakah manusia bisa diantisipasi menjadi sebuah objek? Kondisi modernitas sudah mengasingkan manusia dari kesehariannya.
Di tengah kebanalan itu, manusia suatu waktu pasti pernah menanyakan siapa dirinya. Ada secercah resah. Resah semacam ini adalah bentuk kecemasan, angst dalam istilah Heidegger. Pada momen ini, menurut Heidegger, kecemasan yang menyembul ke luar dari keseharian itulah yang menjadi alat untuk membuka selubung yang memalsukan sang aku yang dikoyak. Kecemasan menelanjangi manusia sebagai ada yang terlempar, untuk menyingkapi dasar-dasar kenyataan dan kehidupan sehari-hari kita. 


. Keresahan adalah jalan untuk menemukan makna akan kehidupan. Manusia harus bisa keluar dari keseharian yang banal, dan satu-satunya cara dari itu adalah dengan mencandrai kehidupan.
Dari mana aku, ke mana aku, mengapa aku ada? Pertanyaan itu membuat cemas setiap manusia. Agama telah menjawabnya, namun apakan itu sudah cukup? Sains telah memberikan jawaban akan itu, namun apakah itu menenangkan? Lagi-lagi ini perkara keresahan manusia secara eksistensial. Ia butuh satu jawaban yang bisa menyalurkan keresahannya, dan prosesi menjawab itu adalah dengan menghayati kehidupan dengan segala suasana—baik sedih, kecewa, senang, bahagia—gerak hatinya.
sumber

26 Maret 2012

Kita Butuh Intuisi

Intuisi adalah kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan diluar kesadaran. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata, didalam buku itu ditemukan keterangan yang dicari-carinya selama bertahun-tahun. Atau misalnya, merasa bahwa ia harus pergi ke sebuah tempat, ternyata disana ia menemukan penemuan besar yang mengubah hidupnya. Namun tidak semua intuisi berasal dari kekuatan psi. Sebagian intuisi bisa dijelaskan sebab musababnya.


Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berada dalam jajaran puncak bisnis atau kaum eksekutif memiliki skor lebih baik dalam eksperimen uji indera keenam dibandingkan dengan orang-orang biasa. Penelitian itu sepertinya menegaskan bahwa orang-orang sukses lebih banyak menerapkan kekuatan psi dalam kehidupan keseharian mereka, halmana menunjang kesuksesan mereka. Salah satu bentuk kemampuan psi yang sering muncul adalah kemampuan intuisi. Tidak jarang, intuisi yang menentukan keputusan yang mereka ambil.

Enam langkah untuk mempertajam intuisi :

1. Pergunakanlah empati alami kita sesering mungkin

Bayangkan diri anda berada dalam posisi orang lain. Atau dengarkanlah pengalaman-pengalaman orang lain dan rasakan bagaimana mereka merasakannya pada saat itu. Lebih baik lagi kalau Anda menerima keluhan-keluhan dan memberikan pertolongan dengan memberikan solusi-solusi, bukan hanya memonitor dan membanding-bandingkan. Rasakanlah penderitaan batin mereka! Semakin dalam perasaan Anda terlibat, maka semakin memperkuat intuisi Anda. Dengan kata lain semua pengalaman orang lain bisa memperkuat intuisi Anda tanpa Anda harus mengalaminya sendiri.

2. Biarkan diri Anda merasa takut dan mengalirlah melewatinya
 
Anda pasti tidak menyukai rasa takut, bukan? Begitu juga semua orang. Tetapi rasa takut

27 Februari 2012

8 Manfaat Membaca

Sungguh mengherankan mendengarkan kaum muslimin mengatakan bahwa mereka bosan membaca! Padahal membaca adalah salah satu hobi terbaik yang dimiliki oleh seseorang. Namun sungguh menyedihkan ketika mengetahui bahwa kebanyakan dari kita tidaklah diperkenalkan dengan buku-buku yang menakjubkan dunia. Ini adalah beberapa alasan bagi kita untuk memulai kebiasaan ini… sebelum Anda tertinggal di belakang dalam segala hal.

1. Membaca merupakan proses mental secara aktif.
Tidak seperti duduk di depan sebuah kotak idiot (TV, Plasystation, dll), membaca membuat Anda menggunakan otak Anda. Ketika membaca, Anda akan dipaksa untuk memikirkan banyak hal yang Anda belum mengetahuinya. Dalam proses ini, Anda akan menggunakan sel abu-abu otak Anda untuk berfikir dan menjadi semakin pintar.

2. Membaca akan meningkatkan kosakata Anda.Anda dapat belajar bagaimana mengira suatu makna dari suatu kata (yang belum Anda ketahui) dengan membaca konteks dari kata-kata lainnya di sebuah kalimat. Buku, terutama yang menantang, akan menampakkan kepada Anda begitu banyak kata yang mungkin sebaliknya belum Anda ketahui.

3. Membaca akan meningkatkan konsentrasi dan fokus. Anda perlu untuk bisa fokus terhadap buku yang sedang Anda baca untuk waktu yang cukup lama. Tidak seperti majalah, internet atau email yang hanya berisi potongan kecil informasi, buku akan menceritakan

23 Februari 2012

strategi tidur dan tahajud


Rugilah orang-orang yang sibuk menidurkan diri sehingga LUPA dan lalai untuk melaksanakan ibadah mulia sebagai orang beriman.

Umumnya orang beranggapan bahwa tidur malam yang baik memerlukan waktu sekitar enam hingga delapan jam. Benarkah demikian? Kita merasakan bahwa tidur malam kita selalu tidak cukup. Ini disebabkan karena kita tidak terlatih atau mengikuti aturan yang benar ketika kita tidur. Tidur yang teratur dapat mengefektifkan waktu kita terutama untuk beribadah di malam hari serta untuk mengerjakan hal lainnya. Di dalam Al-Quran disebutkan ada segolongan manusia yang masuk surga karena ibadah malamnya dengan mengurangi waktu tidur malamnya. 
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (١٥)آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ (١٦)كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (١٧)وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
"sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam surga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah." (Adz-Dzariyat: 15-18)