Lingkungan pergaulan dapat membentuk kepribadian dan kelakuan remaja dengan sangat cepat. Hal
itu ditambah lagi dengan adanya perkembangan teknologi pengiriman informasi
yang makin pesat, seperti internet, televisi, atau handphone.
Fase
usia remaja sering dianggap sebagai fase yang sangat tidak stabil dalam tahap
perkembangan manusia. G.S. Hall menyebutnya sebagai strum und drang
"masa topan badai'' sementara James E. Gardner menyebutnya sebagai masa turbulence
(masa penuh gejolak). Penilaian ini tentu berangkat dari realitas psikologis
dan sosial remaja.
Ketika memasuki usia
remaja (puber), setiap anak mengalami perubahan yang sangat signifikan pada
fisiknya, terutama yang terkait dengan organ-organ seksualnya.
Perubahan-perubahan tersebut menimbulkan kecanggungan pada diri remaja karena
ia harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tadi. Penyesuaian ini
tidak selalu bisa mereka lewati dengan baik, lebih-lebih bila tidak ada
bimbingan dan dukungan dari orang tua.
Bersamaan dengan terjadinya perubahan fisik menuju kedewasaan, perubahan
yang bersifat psikologis juga dialami oleh remaja. Pada diri






